Senin, 21 September 2026
13:32 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Datuk Maringgih

Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Datuk Maringgih adalah tokoh fiksi antagonis dalam novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Roesli yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada pada tahun 2022. Tokoh ini digambarkan sebagai seorang yang tua dan mempunyai banyak uang serta selalu memiliki siasat dalam segala hal. Datuk Maringgih berhasil memperistri Sitti Nurbaya ketika kedua orang tua Sitti mengalami masalah ekonomi dan terlilit hutang.[1]

Tokoh ini sempat dipopulerkan oleh HIM Damsyik dalam sinetron Siti Nurbaya yang ditayangkan oleh TVRI pada era 1990-an yang turut dibintangi oleh Gusti Randa dan Novia Kolopaking. Tokoh ini juga sempat dipopulerkan oleh Anwar Fuady dalam sinetron Siti Nurbaya produksi Multi Dimensia Entertainment yang ditayangkan oleh Trans TV pada 2004, yang turut dibintangi oleh Anwar Fuady dan Nia Ramadhani.

Dalam sejumlah kajian sastra modern, Datuk Maringgih tidak hanya dipandang sebagai tokoh antagonis, tetapi juga sebagai representasi perlawanan masyarakat lokal terhadap kolonialisme Belanda. Pada bagian akhir novel Sitti Nurbaya, Datuk Maringgih digambarkan terlibat dalam perlawanan terhadap kebijakan kolonial Belanda, termasuk konflik terkait penerapan belasting (pajak). Beberapa peneliti sastra menilai penggambaran tersebut menunjukkan kompleksitas karakter Datuk Maringgih di luar citranya sebagai tokoh yang tamak dan otoriter.[2][3]

Referensi

  1. Rusli, Marah. "Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai" (PDF). Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Diakses tanggal 2026-05-17.
  2. "Distinctive Attitude of Datuk Maringgih in Marah Rusli's Siti Nurbaya". KnE Social Sciences. Diakses tanggal 2026-05-23.
  3. "Adat, Agama, dan Resistensi terhadap Kolonial dalam Sitti Nurbaya". Suluk: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya. Diakses tanggal 2026-05-23.
Ikon rintisan

Artikel bertopik fantasi atau fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan