Rabu, 23 September 2026
18:45 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Daegu

Daegu

kota di Yeongnam, Korea Selatan

Kota Metropolitan in Yeongnam, Korea SelatanTemplat:SHORTDESC:Kota Metropolitan in Yeongnam, Korea Selatan
Daegu
대구광역시
Transkripsi Hanja
  Hanja大邱廣域市
330px-%EB%8C%80%EA%B5%AC%EA%B4%91%EC%97%AD%EC%8B%9C_%EC%8B%9C%EA%B0%80%EC%A7%80.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simpang Beomeo di pusat kota
250px-3%EA%B2%BD_%EA%B0%95%EC%A0%95%EA%B3%A0%EB%A0%B9%EB%B3%B4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paviliun The ARC
250px-5%EA%B2%BD_%EC%88%98%EC%84%B1%EB%AA%BB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau Suseongmot
250px-%EC%8B%A0%EC%B2%9C.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungai Sincheon
250px-9%EA%B2%BD_%EB%8F%99%EC%84%B1%EB%A1%9C.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kawasan Dongseong-ro
330px-Daegu_Banner_Lantern_Festival.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
83 Tower
Bendera Daegu
Bendera
Lambang resmi Daegu
Lambang
Daegu di Korea Selatan
Daegu
Daegu
Lokasi Daegu di Korea Selatan
Koordinat: 35°52′18″N 128°36′06″E / 35.87167°N 128.60167°E / 35.87167; 128.60167
NegaraKorea Selatan
WilayahYeongnam
Pembagian administratif9 pembagian (7 distrik/gu, 2 kabupaten/gun)
Pemerintahan
  JenisWali Kota–Dewan
  Wali KotaChoo Kyung-ho (Kekuatan Rakyat)
  Badan legislatifDewan Metropolitan Daegu
Luas
  Kota Metropolitan1.499,51 km2 (57,896 sq mi)
Ketinggian106 m (348 ft)
Populasi
 (Januari 2026[1])
  Kota Metropolitan2.351.461
  Kepadatan16/km2 (41/sq mi)
  Metropolitan3.466.452
  DialekGyeongsang
DemonimOrang Daegu
PDRB (Nominal, 2023)
  TotalKRW 73 triliun (US$ 58 miliar)
  Per kapitaUS$ 26.736[3]
Kode area telepon+82-53
Kode ISO 3166KR-27
BungaMagnolia
PohonPohon cemara fir
BurungKucica korea
Situs webSitus web resmi (bahasa Inggris)

Daegu (Pengucapan Korea: [tɛ̝.ɡu]; Hangul: 대구), sebelumnya dieja Taegu[a] dan secara resmi bernama Kota Metropolitan Daegu (Hangul: 대구광역시), adalah sebuah kota di wilayah tenggara Korea Selatan. Kota ini merupakan wilayah aglomerasi perkotaan terbesar ketiga di Korea Selatan setelah Seoul dan Busan; kota metropolitan terbesar keempat di negara tersebut dengan jumlah penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa;[6] serta kota terbesar kedua setelah Busan di kawasan Yeongnam. Daegu beserta wilayah Provinsi Gyeongsang Utara di sekelilingnya kerap disebut sebagai kawasan Daegu-Gyeongbuk, dengan total populasi melebihi 5 juta jiwa.

Daegu terletak di pedalaman tenggara Korea, berjarak sekitar 80 km dari garis pantai, serta berdekatan dengan aliran Sungai Geumho dan anak sungai utamanya, Sungai Nakdong, di wilayah Gyeongsang. Cekungan Daegu merupakan dataran rendah utama di kawasan Yeongnam. Pada zaman kuno, wilayah Daegu merupakan bagian dari konfederasi proto-kerajaan Jinhan. Wilayah ini kemudian berada di bawah kekuasaan Silla, yang berhasil mempersatukan Semenanjung Korea. Selama era Joseon, Daegu berstatus sebagai ibu kota Provinsi Gyeongsang, salah satu dari delapan provinsi tradisional di Korea.

Daegu pernah menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Korea Selatan sepanjang era 1960-an hingga 1980-an. Iklim subtropis basah di Daegu sangat ideal bagi budidaya tanaman apel berkualitas tinggi, sehingga kota ini mendapat julukan "Kota Apel".[7] Daegu juga dijuluki sebagai "Kota Tekstil"[8] karena sektor tekstil sempat menjadi tulang punggung manufaktur utamanya. Melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Bebas Daegu-Gyeongbuk, Daegu kini mengalihkan fokus pembangunannya pada pengembangan industri mode serta sektor industri berteknologi tinggi.

Sejarah

Daegu merupakan bekas ibu kota provinsi Gyeongsang dari tahun 1392 hingga tahun 1896. Pada tahun 1980-an, Daegu menjadi Kota Khusus Korea atau Kota yang Diperintah Langsung (Jikhalsi) tingkat provinsi yang dikelola secara terpisah, dan didesain ulang menjadi Kota Metropolitan (Gwangyeoksi) pada tahun 1995.

Daegu adalah kota terbesar di wilayah Gyeongsang Utara. Selama Dinasti Joseon, kota ini menjadi pusat administratif, ekonomi, dan budaya seluruh wilayah Gyeongsang, yang sebagian besar perannya sekarang diambil alih oleh Busan di Gyeongsang Selatan.

Selama Perang Korea, banyak pertempuran sengit terjadi di sekitar Sungai Nakdong. Namun, Daegu berada di dalam Perimeter Busan, dan oleh karena itu tetap berada di tangan Korea Selatan selama perang. Setelah perang, kota ini mengalami pertumbuhan yang signifikan, dan populasinya meningkat lebih dari sepuluh kali lipat sejak saat itu.

Pada 18 Februari, 2003, seorang pria membakar kereta Kereta Bawah Tanah Metropolitan Daegu yang berhenti di stasiun Jungangno. Kebakaran ini menewaskan sekitar 200 orang, menjadikannya sebagai kebakaran kereta bawah tanah Daegu dan salah satu bencana terburuk di Korea Selatan sejak akhir Perang Korea.

Saat ini, Daegu merupakan wilayah metropolitan terbesar ke-4 dalam hal populasi, dan masih menjadi kota perdagangan terbesar ke-3 di Korea.

Iklim dan geografi

250px-Daegu_from_Migliore.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daegu

Daegu terletak di "basin" yang dikelilingi oleh pegunungan. Palgong-san di utara, Biseul-san di selatan, kaki bukit Gaya-san di barat, dan satu deretan bukit kecil di timur. Sungai Geumho mengalir sepanjang batasan utara dan timur kota ini.

Karena terletak dalam "basin", Daegu lebih panas dari tempat di Korea lainnya pada musim panas. Gunung ini mengurung udara panas dan basah. Dan juga pada musim dingin, udara dingin tetap tinggal di basin. Wilayah ini menerima sedikit presipitasi kecuali selama musim hujan pada musim panas, dan matahari bersinar sepanjang tahun.

Politik dan Ekonomi

Daegu merupakan kota yang konservatif. Pada pemilihan parlemen 2004, Daegu memilih anggota konservatif Grand National Party untuk setiap kursi di kota.

Industri utama Daegu adalah tekstil, logam dan mesin. Kualitas apel yang dikembangkan di sini dikenal di sekitar Asia Timur.

Taman Duryu

Berada di area seluas 170 km2, dilengkapi dengan berbagai macam arena permainan, gedung pertunjukkan dan pameran seni dan budaya serta outdoor music hall.

Gunung Palgong

Gunung ini memiliki ketinggian 1.192 meter dpl. Di area gunung ini terdapat berbagai macam situs agama Budha (patung, kuil dan pagoda) dan benteng kuno. Terdapat patung Buddha yang bernama Gatbawi yang dipercaya bisa mendatangkan kesuburan sehingga banyak dikunjungi gadis-gadis.

960px-Countryandcitydaegu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
View of southern Daegu as well as the rural area south of the city. The area of the city in the foreground is Beommul-dong and Jisan-dong. Suseong lake and Woobang tower can be seen in the far distance.

Pembagian administratif

Daegu dibagi menjadi 7 "ward" ("Gu") dan 1 "county" ("Gun").

NamaHangeulHanja
Buk-gu북구北區
Dalseo-gu달서구達西區
Dong-gu동구東區
Jung-gu중구中區
Nam-gu남구南區
Seo-gu서구西區
Suseong-gu수성구壽城區
Dalseong-gun달성군達城郡

Demografi

Populasi Daegu cukup homogen dengan sedikit imigran. Sejumlah imigran dari Selatan dan Asia Tenggara bekerja di berbagai pabrik suku cadang otomotif di bagian barat kota. Selain itu, ada sekelompok kecil orang Barat berbahasa Inggris yang bekerja di banyak sekolah berbahasa Inggris. Pangkalan militer Amerika Serikat juga menjadi rumah bagi beberapa ribu orang Amerika. Seperti di tempat lain di Korea, makanan Korea, Cina, Jepang, dan Barat adalah makanan yang paling umum, tetapi baru-baru ini makanan India, Pakistan dan Rusia telah tersedia.

Secara tradisional, masyarakat Daegu dipandang konservatif, sederhana, pekerja keras, dan sabar. Daegu dikenal sebagai pusat olahraga baseball di Korea. Kota ini menjadi salah satu tuan rumah pertandingan sepak bola pada Piala Dunia 2002. Sebuah stadion sepak bola telah dibangun untuk acara tersebut.

250px-Our_Lady_of_Lourdes_Cathedral%2C_Daegu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Katedral Our Lady of Laudres, Daegu

Secara tradisional Buddhisme kuat, dan masih banyak kuil. Konfusianisme populer di Daegu, dengan akademi besar yang berbasis di kota tersebut. Kekristenan memiliki pengaruh, dan gereja-gereja juga banyak di kota ini.

Sebagian besar penduduk Korea Selatan tidak beragama, atau disebut juga atheis. Meskipun demikian, sebagian lagi penduduk Korea Selatan menganut agama tertentu, didominasi oleh agama Buddha dan Kekristenan. Pada sensus Korea Selatan 2015, dari 2.402.746 jiwa penduduk Daegu, sebanyak 1.061.583 jiwa (44,18%) diantaranya menganut agama tertentu.[9]

Adapun agama yang dianut di Daegu, yakni agama Buddha sebanyak 571.511 jiwa (23,79%). Kemudian Kekristenan sebanyak 474.086 jiwa (19,73%), sebanyak 288.540 jiwa Protestan (12,01%) dan 185.546 jiwa Katolik (7,72%). Kemudian, penganut Agama lainnya sebanyak 15.986 jiwa (0,66%) termasuk Won Buddhisme, Konghucu, Cheondokyo, Daesun Jinrihoe, Daejonggyo, dan agama lainnya termasuk Islam, Hindu, Bahai. Sementara penduduk yang tidak menganut agama tertentu sebanyak 1.341.163 jiwa (55,82%).[9]

250px-%EB%8C%80%EA%B5%AC_%EC%A0%9C%EC%9D%BC%EA%B5%90%ED%9A%8C_%283%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Presbyterian Daegujeil, Daegu, sebagai warisan budaya di Korea Selatan
Agama 2015[10]
Jumlah %
Buddha571.51123,79%
Kristen474.08619,73%
(Protestan) 288.54012,01%
(Katolik Roma) 185.5467,72%
Lainnya15.9860,66%
Tanpa agama1.341.16355,22%

Pariwisata

Festival

  1. Festival Tekstil-Sebagai salah satu pusat industri tekstil dunia, Daegu berambisi menjadi Milan-nya Asia. Festival tekstil dilaksanakan pada bulan Oktober.
  2. Festival Yangnyeongsi-Festival ini dilaksankan tiap bulan Oktober di Jalan Yakjeon-golmok, pusat kota Daegu, di mana klinik-klinik pengobatan tradisional berhadap-hadapan di sepanjang jalan dan saling beradu dalam merajang ramuan tradisonal.
  3. Festival Dongseongno-Festival ini diadakan di Jalan Dongseongno pusat kota Daegu tiap bulan Mei. Terdapat berbagai macam pertunjukkan tradisional dan penampilan para artis selama berlangsungnya festival ini.
  4. Festival Dalgubeol-Merupakan festival terbesar di Daegu yang dilaksankan pada bulan Oktober. Di dalamnya terdapat adu kerbau, pertunjukkan fashion, kontes menyanyi, dan berbagai macam pameran tradisional.

Kota kembar

Catatan

  1. Romanisasi nama kota ini menggunakan sistem McCune–Reischauer, yang digunakan sebelum adopsi resmi Romanisasi yang Disempurnakan oleh pemerintah Korea Selatan pada tahun 2000. Pada abad ke-19, Daegu juga dikenal dalam sumber-sumber berbahasa Inggris sebagai Tai-Kou;[4] pada paruh pertama abad ke-20 selama penjajahan Jepang, kota ini dikenal sebagai Taikyu.[5]

Referensi

  1. "Population statistics". Korea Ministry of the Interior and Safety. 2024.
  2. "2023년 지역소득(잠정)". www.kostat.go.kr.
  3. "Regional GDP, Gross regional income and Individual income". nosis.kr.
  4. EB (1878), hlm. 390.
  5. "Photographic image of map". Diarsipkan dari asli (JPG) tanggal 6 April 2017. Diakses tanggal 26 Juni 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Daegu Metropolitan Area Population Info". daegu.go.kr (dalam bahasa Korea). 31 Desember 2023. Diakses tanggal 4 Juni 2024.
  7. "Teaching jobs in South Korea". Eslstarter.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2012. Diakses tanggal 21 Juli 2012.
  8. "Daegu - The City of Textile Industry". Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juli 2012. Diakses tanggal 21 Juli 2012.
  9. 1 2 "성, 연령 및 종교별 인구 - 시군구" [Population by Gender, Age, and Religion - City/Country]. Korean Statistical Information Service (dalam bahasa Korea). 2015. Diakses tanggal 1 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "통계청 제19차 인구주택총조사(2015)" [South Korea National Statistical Office's 19th Population and Housing Census (2015)] (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 9 Oktober 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai 대구광역시.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan