Senin, 21 September 2026
07:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Cutex

Cutex adalah merek produk perawatan kuku milik Revlon, Inc.[1] Produk ini pertama kali dikembangkan dan diproduksi pada tahun 1911 oleh Northam Warren Company di Stamford, Connecticut.[2] cutex di klaim halal

Sejarah

Northam Warren membuat pemotong kulit mati kuku dan cat kuku tahun 1911.[3] Cutex memperkenalkan produk pewarna kuku pada tahun 1914[4] dan cat kuku cair pertama di dunia pada tahun 1917.[5][6] Produk ini membutuhkan waktu lama untuk diterima konsumen. Tahun 1927, Cutex menjadi produk populer di London.[7][8] Tahun 1928, perusahaan meluncurkan penghapus cat kuku berbahan aseton yang aman dipakai. Produk tersebut membuat cat kuku cair semakin populer.[butuh rujukan] Cutex adalah merek perawatan kuku ternama abad ke-20.[6]

Kepemilikan

Pada tahun 1960, Northam Warren diakuisisi oleh Chesebrough Ponds.[9] Saat itu, cat kuku Cutex sudah dijual di 109 negara.[9]

Pada bulan April 1997, Carson Inc. membeli lini produk Cutex senilai $41 juta untuk dijual di Amerika Serikat dan Puerto Rico.[10] Bulan Desember 1998, Carson menjual Cutex ke Shansby Group untuk mengutamakan produk perawatan rambutnya sekaligus mengurangi utang. Sesuai kesepakatan, Carson tetap memegang hak produk perawatan kuku dan pewarna bibir.[11] Shansby Group kemudian bergabung dengan Medtech Labs dan berubah menjadi Prestige Brands.[12][12]

Bulan September 2010, Prestige menjual Cutex ke Arch Equity Partners.[13] Tahun 2016, Arch Equity Partners menjual perusahaan portofolio Cutex Brands ke Revlon Consumer.[14]

Produk

Cutex memiliki beragam produk perawatan kuku dan pewarna bibir.[11] Cutex meluncurkan beberapa produk lain seperti Advanced Revival dan Baseworx pada tahun 2012.[15][butuh rujukan]

Pranala luar

Referensi

  1. Team, Trefis. "Revlon's Q2 2016 Earnings Preview". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-20.
  2. Bennett, James. "Northam Warren". Cosmetics and Skin. James Bennett. Diakses tanggal 12 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Toledo Blade - Google News Archive Search". news.google.com. Diakses tanggal 2018-08-20.
  4. "Beauty timeline: 100 Years of Loveliness - Telegraph". fashion.telegraph.co.uk. Diakses tanggal 2018-08-20.
  5. "Encyclopedia- Cutex". NAILS Magazine. NAILS Magazine. Diakses tanggal 12 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Cangiano, Jessica (10 Mei 2015). "Adventures in vintage advertising: Cutex Nail Polish". Chronically Vintage. Jessica Cangiano. Diakses tanggal 11 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "TINTED NAIL IS LONDON FAD.; They Are Polished So as to Match One's Pearl Necklace" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-20.
  8. "7 world-changing inventions people thought were dumb fads". Vox. Diakses tanggal 2018-08-20.
  9. 1 2 Jones, Geoffrey (2010-02-25). Beauty Imagined: A History of the Global Beauty Industry (dalam bahasa Inggris). OUP Oxford. ISBN 9780199556496.
  10. "COMPANY BRIEFS" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-31.
  11. 1 2 News, Bloomberg (1998-12-11). "Carson Sells Cutex to Shansby for $30 Million". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). ISSN 0458-3035. Diakses tanggal 2018-08-31.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik
  12. 1 2 Cheddar, Christina (29 Juni 2005). "Prestige Brands Finds Growth By Turning Around Old Cast Offs".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Solomont, E.B. (23 September 2010). "Arch Equity acquisitions create new Cutex Brands". St. Louis Business Journal. American City Business Journals. Diakses tanggal 12 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. "Top 150 2017: No. 141 Arch Equity Partners". 24 Maret 2017. Diakses tanggal 16 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Kuehler, Michelle (1 Mei 2012). "Cutex® Baseworx, Not Just Another Base Coat". Vocus PRW Holdings, LLC. Diakses tanggal 11 Februari 2015 via PRWeb.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan