Rabu, 28 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Confuciusornis

Confuciusornis

marga burung yang telah punah

Bagikan:
Confuciusornis
Rentang waktu: Kapur Awal, 125–120 jtyl
250px-Confuciusornis_male.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil C. sanctus yang sayap panjang dan bulu ekornya terawetkan, Natural History Museum, Vienna
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
(tanpa takson):
Famili:
Genus:
†Confuciusornis

Hou et al., 1995
Spesies tipe
†Confuciusornis sanctus
Hou et al., 1995
Spesies lain
  • †C. dui
    Hou et al., 1999
  • †C. feducciai
    Zhang et al., 2009
  • †C. jianchangensis
    Li et al., 2010
Sinonim
Sinonim genus
  • Jinzhouornis Hou et al. 2002
Sinonim spesies (C. sanctus)
  • C. suniae Hou, 1997
  • C. chuonzhous Hou 1997
  • Jinzhouornis yixianensis Hou et al., 2002
  • Jinzhouornis zhangjiyingia Hou et al., 2002
Artikel takson sembarang

Confuciusornis merupakan genus burung seukuran gagak yang hidup pada kala Kapur Akhir, pada 125 hingga 120 juta tahun lalu. Fosilnya ditemukan di Formasi Yixian dan Formasi Jiufotang. Genus burung ini dinamai bedasarkan fisluf asal Cina, Confucius.

Seperti burung modern, Confuciusornis memiliki paruh tak bergigi. Namun kerabat dekat burung modern seperti Hesperornis dan Ichthyornis memiliki paruh bergigi. Hal ini menandakan bahwa hilangnya paruh dalam evolusi burung terjadi sebanyak dua kali, yaitu pada Confuciusornis dan pada burung modern. Hal ini merupakan contoh dari evolusi konvergen.

Confuciusornis merupakan burung tertua yang memiliki paruh.[1] Burung ini juga burung pertama yang mengembangkan ekor panjang seperti Archaeopteryx, juga ekor yang menyatu (pygostyle).[2]

Confuciusornis merupakan spesimen vertebrata yang paling umum ditemukan di Formasi Yixian. Hingga saat ini, sudah ada ratusan spesimen utuh dari Confuciusornis yang sudah ditemukan.[3]

Bentuk kaki Confuciusornis menunjukkan bahwa kaki tersebut digunakan untuk berjalan dan bertengger, sementara cakar besar di ibu jari dan jari ketiga digunakan untuk memanjat. Kepala Confuciusornis diperkirakan memiliki jambul atau jengger.

Warna bulu

Pada awal 2010, sebuah tim yang dipimpin oleh Zhang Fucheng meneliti fosil dengan melanosom (organel yang mengandung pigmen warna) utuh. Dengan mempelajari menggunakan mikroskop elektron,[4] Dapat diketahui, bahwa burung ini memiliki warna bulu abu-abu, merah/coklat, dan hitam, mirip seperti zebra finch.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Ivanov M., Hrdlickova S. & Gregorova R. 2001. The complete encyclopedia of fossils. Rebo Publishers, Nederlands. p312
  2. ↑ Clarke, Julia. A. Norell Mark. A. 2002. The morphology and phylogenetic position of Apsaravis ukhaana from the Late Cretaceous of Mongolia. American Museum Novitates, #3387, American Museum of Natural History, New York, NY
  3. ↑ Xu X. and Norell M.A. 2006. Non-Avian dinosaur fossils from the Lower Cretaceous Jehol Group of western Liaoning, China. Geological Journal, 41: 419–437.
  4. ↑ Zhang F., X. Xu, M.J. Benton, Stuart L. Kearns et al. 2010. Fossilized melanosomes and the colour of Cretaceous dinosaurs and birds. Nature, 463: 1075-1078. See the article online.
  5. ↑ e!Science News: The color of dinosaur feathers discovered.
  6. ↑ "ScienceNOW: The Lost World, now in colors by Sverker Lundin. January, 27 2010". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-08-13. Diakses tanggal 2010-12-24.

Pranala luar

Avemetatarsalia
Theropoda
Maniraptora
    • lihat di bawah↓
Alvarezsauridae
Parvicursorinae
Ceratonykini
Mononykini
†Therizinosauria
Therizinosauroidea
Therizinosauridae
Pennaraptora
†Oviraptorosauria
Paraves
    • lihat di bawah↓
Patagonykus puertai

Mononykus olecranus

Therizinosaurus cheloniformis
†Scansoriopterygidae?
†Anchiornithidae
†Archaeopterygidae
†Dromaeosauridae
†Troodontidae
†Jeholornithiformes
†Omnivoropterygidae?
†Confuciusornithidae
†Jinguofortisidae
Ornithothoraces
†Enantiornithes
Euornithes
    • lihat di bawah↓
Ambopteryx longibrachium

Archaeopteryx lithographica

Confuciusornis sp.
†Schizoouridae
†Patagopterygiformes
†Ambiortiformes
†Hongshanornithidae
†Songlingornithidae
†Yanornithidae
†Gansuidae?
†Ichthyornithes
†Hesperornithes
Hesperornithidae
†Vegaviidae
†Cimolopterygidae
Aves / Neornithes
    • lihat di bawah↓
Patagopteryx deferrariisi Ichthyornis dispar
Palaeognathae
Neognathae
Galloanserae
Anserimorphae
Pangalliformes
Incertae sedis
†Dromornithidae
†Gastornithiformes
†Pelagornithidae
Asteriornis maastrichtensis Dromornis stirtoni
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan