Selasa, 22 September 2026
23:55 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Clark Pinnock

Clark Pinnock

250px-Flag_of_Canada.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Kanada, lambang negara asal Pinnock

Clark Pinnock adalah teolog Kristen, apologis dan penulis.[1][2] Clark Pinnok adalah teolog Kanada yang berbicara mengenai evangelikal.[1] Dalam bukunya yang bejudul A Wideness in God’s Mercy: The Finality of Jesus Christ in a World of Religions, menyatakan pendekatan dinamika karakter.[1] Sebagai teolog evangelikal ia memulai dengan inklusivisme dengan dasar kristologi tetapi kemudian bergeser dengan sudut pandang penumatologikal (mengusulkan sebagai fakta disetiap kontradiksi antara dua orientasi).[1] Tantangan mengenai pluralisme bukan hanya pada agama Kristen saja, agama-agama lain juga memegang masalah.[1] Hal yang membuat pluralisme menjadi tantangan adalah merelatifkan pemikiran pluralis dengan modernitas saat ini yaitu ideologi pluralisme adalah merayakan pilihan dan setiap pilihan mengklaim bahwa yang dipilihnya bukan yang terbaik.[1] Iklim yang terlihat adalah penambahan ironi; mentalitas seorang yang percaya adalah beranggapan bahwa pilihannya benar dan yang lain salah, sedikit yang benar dan yang lainnya salah.[1] Itu tidak dapat ditoleransi.[1] Kehadiran Pinnok dalam teologi evangelikal agama-agama, mengatur dua fondasi parameter.[1] Pertama dasar biblis dan teologi untuk optimisme keselamatan dalam cinta Allah kepada semua ciptaan.[1] Kedua, fondasi yang berfokus pada kristologi.[1] Kebutuhan setiap tokoh evangelikal agama-agama untuk mengambil keunikan Yesus Kristus untuk bantuan tetapi tidak menutup pintu keselamatan dalam besarnya kemanusiaan.[1] Maka dapat dikatakan latar belakang pemikirannya adalah kristosentris.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 (Inggris)Veli-Matti Karkkainen. 2003. An Introduction to the Theology of Religions. Illinois: InterVarsity Press. Hal. 269-277.
  2. (Inggris)Clark H. Pinnock. 1999. Grace Unlimited. Eugene: Wipf and Stock Publishers. Hal. 95-109.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan