Kamis, 15 Oktober 2026
11:20 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Ciu kunyit

Ciu kunyit

spesies burung

Bagikan:
Ciu kunyit
250px-Pteruthius_aenobarbus_Java.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. aenobarbus
Nama binomial
Pteruthius aenobarbus
(Temminck, 1835)
Artikel takson sembarang

Ciu kunyit (bahasa Latin:Pteruthius aenobarbus) adalah spesies burung dari famili Vireonidae, dari genus Pteruthius. Burung ini merupakan jenis burung pemakan ulat kupu, kecoa, serangga, buah keci yang memiliki habitat di tajuk, semak, hutan pegunungan, tersebar pada ketinggian 1.000-3.000 m dpl.

Ciri-ciri

Ciu kunyit memiliki tubuh berukuran sangat kecil (11 cm).

Burung jantan: Dahi, dagu, dan kerongkongan coklat berangan. Lingkar mata putih. Garis alis putih keabu-abuan. Tubuh bagian bawah kuning. Tubuh bagian atas hijau zaitun. Dua garis putih tebal pada penutup sayap atas yang hitam.

Burung betina: Tubuh bagian bawah keputihan. Warna coklat berangan hanya pada dahi. Iris hitam, paruh hitam, kaki abu-abu. Hidup pada tajuk pohon dan semak di hutan pegunungan. Kadang berbaur dengan kelompok jenis lain. Ribut hilir mudik, berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain.

Sarang berbentuk cawan dangkal, tersamar dengan lumut dan jaring laba-laba, pada cabang yang tinggi. Telur berwarna abu-abu, berbintik abu-abu dan ungu, jumlah 2 butir. Berbiak bulan Mei, Juni.

Penyebaran

  • Assam - Cina selatan, Asia tenggara (kecuali Semenanjung Malaya).
  • Jawa.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan