Kamis, 29 Oktober 2026
01:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cincin Uranus

Cincin Uranus

sistem cincin planet Uranus

Bagikan:
330px-Annotated_Uranian_rings.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem cincin Uranus dalam citra terbaru (cincin epsilon/ε, zeta/ζ, mu/μ, dan nu/ν diberi anotasi), sebagaimana tertangkap oleh James Webb Space Telescope menggunakan kamera inframerah dekat pada 4 September 2023.

Cincin Uranus terdiri atas 13 cincin planet yang mengelilinginya. Kompleksitasnya berada di antara sistem cincin yang luas milik Saturnus dan sistem yang lebih sederhana pada Jupiter serta Neptunus. Cincin-cincin Uranus pertama kali ditemukan pada 10 Maret 1977 oleh James L. Elliot, Edward W. Dunham, dan Jessica Mink. Namun jauh sebelumnya, William Herschel pernah melaporkan pengamatan terhadap cincin tersebut pada tahun 1789. Para astronom modern masih berbeda pendapat apakah ia benar-benar dapat melihatnya, sebab cincin Uranus sangat gelap dan redup.[1]

Pada tahun 1977, sembilan cincin yang berbeda telah berhasil diidentifikasi. Dua cincin tambahan ditemukan pada tahun 1986 melalui citra yang diambil oleh wahana antariksa Voyager 2, dan dua cincin luar lainnya ditemukan pada periode 2003–2005 melalui foto dari Hubble Space Telescope. Berdasarkan urutan jarak yang meningkat dari planet, ketiga belas cincin yang telah diketahui diberi nama 1986U2R/ζ, 6, 5, 4, α, β, η, γ, δ, λ, ε, ν, dan μ. Jari-jari mereka berkisar dari sekitar 38.000 km untuk cincin 1986U2R/ζ hingga sekitar 98.000 km untuk cincin μ. Diduga terdapat pula pita-pita debu samar dan lengkungan tak lengkap di antara cincin-cincin utama tersebut. Cincin-cincin Uranus sangat gelap, Albedo Bond partikel penyusunnya tidak lebih dari 2%. Mereka kemungkinan terdiri atas es air dengan campuran senyawa organik gelap yang telah mengalami proses radiasi.

Sebagian besar cincin Uranus bersifat buram dan hanya memiliki lebar beberapa kilometer. Sistem cincinnya secara keseluruhan mengandung sedikit sekali debu; mayoritas terdiri atas benda-benda besar berdiameter antara 20 cm hingga 20 m. Beberapa cincin bersifat optis tipis: cincin 1986U2R/ζ, μ, dan ν yang lebar tetapi redup terdiri atas partikel-partikel debu kecil, sedangkan cincin λ yang sempit namun samar juga mengandung benda-benda yang lebih besar. Kekurangan debu relatif pada sistem cincin ini mungkin disebabkan oleh adanya gaya hambat aerodinamis yang berasal dari eksosfer Uranus yang meluas.

Cincin-cincin Uranus diperkirakan masih relatif muda, berusia tidak lebih dari 600 juta tahun. Sistem cincin ini diduga berasal dari pecahan akibat tumbukan beberapa satelit alami yang dahulu mengorbit Uranus. Setelah bertabrakan, satelit-satelit tersebut kemungkinan hancur menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian bertahan sebagai cincin sempit dan padat secara optis di zona-zona kestabilan maksimum.

Mekanisme yang membuat cincin-cincin sempit ini tetap terkekang belum sepenuhnya dipahami. Pada awalnya diasumsikan bahwa setiap cincin sempit dijaga bentuknya oleh sepasang satelit penggembala yang berdekatan. Namun pada tahun 1986, Voyager 2 hanya menemukan satu pasangan satelit penggembala (Cordelia dan Ophelia) di sekitar cincin paling terang (ε). Sementara itu, cincin redup ν kemudian diketahui digembalakan oleh sepasang satelit Portia dan Rosalind.[2]

Referensi

  1. ↑ Rincon, Paul (Apr 18, 2007). "Uranus rings 'were seen in 1700s'". BBC News. Diakses tanggal 23 Januari 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)(berdasarkan penelitian oleh Stuart Eves)
  2. ↑ Filacchione, G.; Ciarniello, M. (2021). "Uranus and Neptune - Rings" (PDF). Dalam Alderton, D.; Elias, S. A. (ed.). Encyclopedia of Geology (Edisi 2nd). Academic Press. doi:10.1016/B978-0-12-409548-9.11942-6. hdl:20.500.12386/30481. ISBN 978-0-08-102909-1.

Pranala luar

Planet
Cincin
Satelit alami
Penjelajahan
(Garis besar)
Objek
hipotetis
Daftar
Benda
kecil
Tata
Surya
Pembentukan
dan
evolusi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan