Selasa, 27 Oktober 2026
03:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Cikarang Listrindo

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Cikarang Listrindo Tbk
JenisPerusahaan publik
BEI: POWR
IndustriKetenagalistrikan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Andrew K. Labbaika[1]
(Direktur Utama)
Sutanto Joso[2]
(Komisaris Utama)
ProdukListrik
LayananPengangkutan batu bara
PendapatanRp 514,851 miliar (2021)[3]
Rp 90,953 miliar (2021)[3]
Total asetRp 1,359 triliun (2021)[3]
Total ekuitasRp 698,483 miliar (2021)[3]
PemilikPT Udinda Wahanatama (30,48%)
PT Pentakencana Pakarperdana (26,64%)
PT Brasali Industri Pratama (26,64%)
Jumlah karyawan
783 (2021)[3]

PT Cikarang Listrindo Tbk adalah sebuah perusahaan ketenagalistrikan yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki tiga unit pembangkit listrik di Bekasi, Jawa Barat dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.144 MW.[3][4]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990, dan dua tahun kemudian, perusahaan ini mulai membangun sebuah gardu induk 150 kV yang terinterkoneksi dengan jaringan listrik Jawa-Bali-Madura. Pada tahun 1993, perusahaan ini mulai memproduksi listrik dengan mengoperasikan sebuah PLTG berkapasitas 60 MW di Jababeka. Pada tahun 1996, perusahaan ini meningkatkan kapasitas PLTG Jababeka menjadi 180 MW, dan pada tahun 1998, perusahaan ini mengubah PLTG Jababeka menjadi PLTGU, sehingga kapasitasnya meningkat menjadi 300 MW. Pada tahun 2006, perusahaan ini meningkatkan kapasitas PLTGU Jababeka menjadi 409 MW, dan pada tahun 2009, kembali ditingkatkan menjadi 518 MW. Pada tahun 2011, perusahaan ini meningkatkan kapasitas PLTGU Jababeka menjadi 646 MW, dan setahun kemudian, kembali ditingkatkan menjadi 755 MW. Pada tahun 2015, perusahaan ini menyelesaikan pembangunan sebuah PLTG berkapasitas 109 MW di Kawasan Industri MM-2100, yang ditujukan sebagai pembangkit listrik cadangan.

Pada tahun 2016, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan sebuah PLTU di Babelan, Bekasi yang berkapasitas 2x140 MW. PLTU tersebut terhubung dengan PLTGU Jababeka dan PLTG MM-2100 melalui kabel transmisi listrik 150 kV sepanjang sekitar 30 km. Perusahaan ini kemudian juga mendirikan PT Bahtera Listrindo Jaya untuk menyediakan jasa pengangkutan batu bara bagi pembangkit listrik miliknya. Pada tahun 2018, perusahaan ini menguji coba pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 52,5 kWp, dan setahun kemudian, perusahaan ini juga menguji coba pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar PLTU Babelan. Pada tahun 2021, perusahaan ini menguji coba pengoperasian SPLU dan menyelesaikan pemasangan sistem penanganan biomassa di PLTU Babelan.[5] Kapasitas terpasang dari PLTS Atap yang dioperasikan oleh perusahaan ini juga ditingkatkan menjadi 3,2 MWp.[3][4]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Cikarang Listrindo Tbk. Diakses tanggal 24 Juni 2022.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Cikarang Listrindo Tbk. Diakses tanggal 24 Juni 2022.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021". PT Cikarang Listrindo Tbk. Diakses tanggal 24 Juni 2022.
  4. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Cikarang Listrindo Tbk. Diakses tanggal 24 Juni 2022.
  5. ↑ Julian, Muhammad (2 November 2021). Mahadi, Tendi (ed.). "Cikarang Listrindo (POWR) ingin tingkatkan penggunaan bahan bakar biomassa". Kontan.co.id. Kontan. Diakses tanggal 24 Juni 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan