Selasa, 22 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Chinthe

Chinthe

250px-Chinthe_in_front_of_Yangon_City_Hall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chinthe di depan Balai Kota Yangon, dilihat dario Taman Maha Bandoola

Chinthe (bahasa Burma:ခြင်္သေ့; MLCTS: hkrang se., IPA: [tɕʰɪ̀ɴðḛ]; Mon:ဇါဒိသိုၚ်, [cɛ̀atìʔsaŋ]; bahasa Shan:သၢင်ႇသီႈ, [sàːŋsi]) adalah sejenis makhluk yang mirip singa yang sering terlihat pada jalan masuk di pagoda dan kuil di Burma, Kamboja, Laos, dan terkait dengan Singha (สิงห์) di Thailand dan Simha (සිංහ) di Sri Lanka serta patung singa lain yang serupa di bagian lain Asia. Chinthe dan simha ditampilkan dengan jelas pada masing-masing kyat Burma dan rupee Sri Lanka. Chinthe hampir selalu dibuat berpasangan, dan mereka berfungsi untuk melindungi pagoda. Mereka biasanya muncul sebagai hewan, tetapi kadang-kadang ditemukan dengan wajah manusia.[1]

Seperti halnya komainu dari Jepang, shisa dari Okinawa dan Singa Salju dari Tibet, chinthe merupakan variasi dari singa penjaga yang ditemukan di Tiongkok.

Penjaga pagoda

250px-Chinthe_%28right_facing%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Chinthe.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua chinthe berjajar di gerbang Pagoda Shwedagon

Kisah mengapa chinthe menjaga pintu masuk pagoda dan kuil diberikan seperti berikut dari Mahavamsa.

Seorang putri memiliki seorang putra melalui pernikahannya dengan seekor singa, tetapi kemudian meninggalkan singa yang kemudian mengamuk dan memulai jalur teror di seluruh negeri. Sang putra kemudian pergi keluar untuk membunuh singa yang sedang meneror ini. Putranya kembali ke rumah dan kepada ibunya dia menyatakan telah membunuh singa tersebut, dan kemudian mendapati bahwa dia membunuh ayahnya sendiri. Putranya kemudian membangun sebuah patung singa sebagai penjaga kuil untuk menebus dosanya.[2]

Chinthe dihormati dan dicintai oleh orang-orang Burma dan digunakan secara simbolis pada takhta kerajaan Burma. Mendahului penggunaan koin untuk uang, bobot kuningan yang dicetak dalam bentuk binatang mistis seperti chinthe secara umum digunakan untuk mengukur jumlah standar barang-barang kebutuhan pokok.[3]

Manussiha

250px-Manussiha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manussiha

Manussiha (bahasa Burma:မနုဿီဟ manothiha, bahasa Shan:မၼုၵ်ႉသီႇႁႃႉ manuk siha), kombinasi dari bahasa Pali manussa (manusia) dan siha (singa) adalah makhluk mistis setengah singa dan setengah manusia yang melambangkan penjaga, biasanya ditemukan menjaga empat penjuru pagoda. Patung ini memiliki kepala dan batang tubuh manusia dan singa mulai dari bagian pinggang ke bawah.[4] Patung ini mirip dengan sphinx.

Hubungan dengan Chindit dalam Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, Brigadir Britania Orde Wingate diberi komando pasukan dengan tugas operasi penerobosan jarak jauh di belakang garis Jepang di Burma. Atas usul Kapten Aung Thin dari Burma Rifles, Wingate memutuskan untuk menamakan pasukan ini "The Chinthes" - sebuah nama yang diubah menjadi "The Chindit" dan sebagaimana yang dikenang dalam catatan sejarah Perang Dunia II.

Referensi

  1. Shwedagon Paya, Rangoon
  2. "Image 5 of 20". myanmar-image.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-11. Diakses tanggal 2010-09-17.
  3. Shwechinthe Birmans[pranala nonaktif permanen]
  4. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-27. Diakses tanggal 2010-06-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)

Lihat juga

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chinthe.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan