Kamis, 15 Oktober 2026
21:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Citah asia

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Citah Asia (Acinonyx jubatus venaticus) atau yang dikenal citah iran dianggap oleh Nowell dan Jackson (1996) untuk bertahan hidup hanya di Iran. saat ini citah asia diketahui di negara Asia seperti Jazirah Arab, Pakistan, India dan, wilayah Kaspia. Cheetah asia bertahan hidup di kawasan lindung wilayah Iran bagian timur tengah di mana kepadatan populasi manusia belum begitu tinggi. Pada pertemuan November 2006 Kelompok Aksi Citah Wilayah Utara Afrika (NARCAG), Belbachir (2007) merekomendasikan studi genetik untuk mengklarifikasi apakah citah di Aljazair (yang mungkin memiliki populasi citah sahara terbesar) harus diklasifikasikan sebagai A. j. hecki atau A. j. venaticus. Saat ini A. j. venaticus dianggap terbatas di Asia.[1] Citah Asia kini hanya tinggal kurang dari 40 ekor di seluruh dunia, dan jangkauannya terbatas pada kawasan kecil di Iran.[2] Habitatnya terus terfragmentasi akibat pembangunan jalan yang memotong area jelajahnya.[2]

Rujukan

  1. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". oldredlist.iucnredlist.org. Diakses tanggal 2018-11-29.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 "The Asiatic Cheetah: A Subspecies on the Brink of Extinction". Felidae Conservation Fund (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-17.
Ikon rintisan

Artikel bertopik felidae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan