Senin, 19 Oktober 2026
03:13 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Citah asia

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Citah Asia (Acinonyx jubatus venaticus) atau yang dikenal citah iran dianggap oleh Nowell dan Jackson (1996) untuk bertahan hidup hanya di Iran. saat ini citah asia diketahui di negara Asia seperti Jazirah Arab, Pakistan, India dan, wilayah Kaspia. Cheetah asia bertahan hidup di kawasan lindung wilayah Iran bagian timur tengah di mana kepadatan populasi manusia belum begitu tinggi. Pada pertemuan November 2006 Kelompok Aksi Citah Wilayah Utara Afrika (NARCAG), Belbachir (2007) merekomendasikan studi genetik untuk mengklarifikasi apakah citah di Aljazair (yang mungkin memiliki populasi citah sahara terbesar) harus diklasifikasikan sebagai A. j. hecki atau A. j. venaticus. Saat ini A. j. venaticus dianggap terbatas di Asia.[1] Citah Asia kini hanya tinggal kurang dari 40 ekor di seluruh dunia, dan jangkauannya terbatas pada kawasan kecil di Iran.[2] Habitatnya terus terfragmentasi akibat pembangunan jalan yang memotong area jelajahnya.[2]

Rujukan

  1. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". oldredlist.iucnredlist.org. Diakses tanggal 2018-11-29.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 "The Asiatic Cheetah: A Subspecies on the Brink of Extinction". Felidae Conservation Fund (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-17.
Ikon rintisan

Artikel bertopik felidae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan