Rabu, 30 September 2026
09:20 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Zhang Chong-Ren

Zhang Chong-Ren

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang karakter fiksi. Untuk seniman asli asal Tiongkok dan teman dekat Hergé, lihat Zhang Chongren.
Zhang Zhong Ren
250px-Comic_image_missing.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zhang Chong-Ren karya dari Hergé
Informasi Umum
PenerbitBelgia Casterman
Indonesia Indira, Gramedia
PenciptaHergé
Informasi tentangnya dalam cerita
Nama lainnya(Prancis) Tchang Tchong-Chen
(Inggris) Chang Chong-Chen
Zhang Chong-Ren
Hanzi tradisional: 張仲仁
Hanzi sederhana: 张仲仁
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhāng Zhòngrén
- Wade-Giles: Chang Chung-jen

Zhang Zhong Ren (Hanzi:張仲仁; Pinyin:Zhāng Zhòngrén; bahasa Prancis:Tchang Tchong-Chen) adalah tokoh fiksi dalam serial komik Petualangan Tintin karya kartunis Belgia Hergé. Meskipun Zhang dan Tintin hanya saling mengenal dalam waktu singkat, mereka menjalin ikatan yang mendalam yang membuat mereka meneteskan air mata saat berpisah atau kembali bersatu.

Zhang terinspirasi dari seniman Tiongkok Zhang Chongren, seorang teman sejati Hergé.[1]

Cerita yang memperkenalkannya memiliki dampak besar bagi Hergé dan Tintin, menjadikannya salah satu seri paling populer sepanjang masa.

Sejarah karakter

Dalam proses merencanakan ceritanya, Hergé dihubungi oleh Bapa Gosset, pendeta pembimbing bagi para mahasiswa Tiongkok di Universitas Louven, yang menyarankan Hergé untuk melakukan riset langsung mengenai kehidupan di Tiongkok sebagaimana adanya. Hergé menyetujuinya, dan Gosset memperkenalkannya kepada Zhang Chongren, seorang mahasiswa di Académie Royale des Beaux-Arts di Brussel.

Kedua pria tersebut, yang sama-sama berusia 27 tahun, menjadi akrab sehingga Hergé memutuskan untuk memasukkan teman barunya itu ke dalam ceritanya. Zhang menyediakan sebagian besar teks Tionghoa yang akan ditampilkan dan menceritakan banyak hal kepada Hergé tentang budaya, sejarah, dan teknik menggambar Tiongkok.[2] Ia juga memberikan gambaran rinci tentang kehidupan di Tiongkok pada tahun 1930-an, yang mencakup pendudukan wilayah timur oleh Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, dan kekuatan Barat lainnya.

Hasil pertemuan mereka adalah cerita Lotus Biru, sebuah tonggak penting dalam perkembangan Petualangan Tintin.[3] Sejak saat itu, Hergé melakukan riset mendalam terhadap subjek-subjeknya. Ia juga mengubah sikapnya terhadap hubungan antara penduduk asli dan pendatang. Sebelumnya, Hergé memandang imperialisme secara positif dalam Tintin di Congo (terbit pada tahun 1930). Kini, dalam Lotus Biru (1934–35), ia mengkritik pendudukan Jepang di Tiongkok dan menampilkan peristiwa yang terinspirasi oleh Insiden Mukden. Pemukiman Internasional Shanghai, dengan para pengusaha Barat yang rasis dan polisi korup (termasuk perwira kulit putih dan Sikh), juga digambarkan dalam citra yang buruk.

Bertemu dengan Tintin

250px-75_Tint%C3%ADn_i_Xang%2C_de_Werens%2C_Caf%C3%A8s_Pont%2C_c._Jes%C3%BAs_17_-_c._Sant_Antoni_%28Sabadell%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah mural Tintin dan Zhang di sebuah tembok

Karakter fiksi Zhang pertama kali muncul dalam Lotus Biru sebagai seorang anak yatim piatu yang diselamatkan Tintin dari tenggelam. Hal pertama yang ia tanyakan adalah mengapa seorang asing berkulit putih seperti Tintin repot-repot menyelamatkan seorang anak laki-laki berkulit non-putih (Tintin juga akan memicu pertanyaan serupa saat membantu Zorrino dalam Di Kuil Matahari). Ia dan Tintin kemudian bertukar pendapat mengenai prasangka yang dimiliki orang Tionghoa dan non-Tionghoa satu sama lain, lalu menertawakannya. Dalam deskripsinya tentang prasangka Barat, Tintin menyertakan karakter mirip Fu Manchu. (Sebenarnya, Lotus Biru menampilkan penjahat Jepang bernama Mitsuhirato.)

Mereka kemudian menjadi teman, dan Zhang membawa Tintin ke Hukow di mana dia sedang memburu seorang dokter yang diculik. Di sana mereka menginap di rumah teman ayah Zhang yang telah meninggal. Mereka kemudian bertemu Dupont dan Dupond yang tiba berpakaian seperti tokoh dalam opera Tiongkok dan diikuti dengan penuh tawa oleh setengah penduduk.

Dupont dan Dupond dikirim untuk menangkap Tintin dan membawanya ke kantor polisi setempat guna memulai proses ekstradisi. Namun, mereka kehilangan sebuah dokumen berbahasa Tionghoa yang memerintahkan polisi setempat untuk membantu mereka. Zhang mengganti kertas itu dengan yang lain yang menyatakan bahwa Dupont dan Dupond adalah "orang gila dan ini buktinya". Ketika membaca dokumen itu, kepala polisi tertawa terbahak-bahak, lalu ia mengusir Dupont dan Dupond dan membebaskan Tintin.

Zhang juga menyelamatkan Tintin dari seorang agen Jepang yang menyamar sebagai fotografer dan dikirim untuk membunuhnya.

Tintin membawa Zhang bersamanya kembali ke Shanghai untuk membalas dendam kepada musuhnya, Mitsuhirato. Tintin tinggal di markas Putra Naga, sebuah perkumpulan rahasia yang memerangi perdagangan opium. Zhang tinggal bersama mereka dan ikut serta dalam pertarungan akal melawan sebuah geng besar penyelundup opium.

Zhang memainkan peran krusial dalam penangkapan para pemimpin geng tersebut dan menyelamatkan Tintin serta yang lainnya dari hukuman mati. Para penjahat itu termasuk musuh bebuyutan Tintin, Rastapopoulos. Setelah itu, Zhang diadopsi oleh sekutu Tintin, Wang Chen-Yee.

Tintin dan Milo kemudian berangkat ke Eropa di tengah perpisahan yang penuh air mata dan emosional dengan Zhang dan keluarga barunya.

Zhang dan Yeti

Zhang tidak pernah disebutkan dalam cerita-cerita tersebut hingga Tintin di Tibet, yang diterbitkan 24 tahun kemudian pada tahun 1960. Dalam cerita ini, Zhang mengirimkan surat kepada Tintin di mana ia mengumumkan kepindahannya yang akan segera dilakukan dari Hong Kong, tempat ia tinggal, ke London untuk bekerja di sebuah toko barang antik milik saudara laki-laki Wang. Namun, pesawatnya jatuh di pegunungan Tibet. Zhang selamat dari kecelakaan tersebut sementara semua penumpang lainnya tewas, dan ia diselamatkan oleh yeti, makhluk mitos yang konon hidup di Himalaya. Yeti merawat Zhang, memberinya makanan, tetapi ketika tim penyelamat tiba, ia juga membawa Zhang, yang lemah karena demam, sejauh mungkin.

Tintin yakin bahwa Zhang tidak meninggal, setelah melihatnya dalam mimpi memanggil pertolongan. Melawan segala logika, ia berangkat untuk mencarinya, dengan bantuan terpaksa dari Kapten Haddock yang, bersama hampir semua orang lain, percaya bahwa Zhang telah meninggal.

Tintin dan Haddock akhirnya melacak Zhang dan yeti ke sebuah gua lain, dan berhasil menyelamatkannya, setelah reuni yang penuh haru.

Meskipun harus meninggalkannya, Zhang sangat berterima kasih kepada yeti karena telah menyelamatkan nyawanya dan menyebutnya "makhluk yang malang", bukan "yang mengerikan". Ketika Tintin bertanya apakah suatu hari nanti ia mungkin ditangkap, Zhang menolaknya, merasa bahwa yeti seharusnya dipandang sebagai manusia, bukan hewan liar.

Zhang kemudian pergi ke London dan dari sana ia tetap menjalin komunikasi dengan mengirimkan surat kepada Tintin dan Haddock (lihat Permata Castafiore).

Tintin di Tibet mungkin merupakan karya Hergé yang paling personal. Saat menulisnya, ia belum bertemu Zhang yang asli selama beberapa dekade. Kemudian, pada tahun 1981, media Prancis berhasil menemukan Zhang di Tiongkok dan mengatur perjalanan ke Eropa untuk reuni dengan Hergé. Pada tahun 1985, Zhang memperoleh kewarganegaraan Prancis dan menetap di Paris untuk mengajar, di mana ia meninggal pada tahun 1998.

Zhang asli ditemukan

Informasi lebih lanjut: Zhang Chongren

Tintin di Tibet mungkin merupakan karya Hergé yang paling pribadi. Ketika ia menulisnya, ia belum pernah bertemu kembali dengan Zhang selama beberapa dekade. Kemudian, pada tahun 1981, media massa Prancis berhasil menemukan Zhang di Tiongkok dan merancang sebuah perjalanan ke Eropa untuk sebuah pertemuan dengan Hergé.

Di foto reuni mereka ini bisa dilihat latar belakangnya yang bergambarkan Tintin dan Zhang sedang bersama dengan Tintin sedang mengenakan busananya di Lotus Biru. Kata-katanya yang berada di latar belakang itu ditulis dalam Bahasa Prancis dan berasal dari episode di mana Tintin berhasil menemukan Zhang dalam cerita petualangan Tintin di Tibet:

"Aku tahu aku akan bisa menemukanmu pada akhirnya! ... Ini sangat membahagiakan!"

"Tintin! Oh, berapa sering aku memikirkan kamu!"

Pada tahun 1985, Zhang memperoleh kewarganegaraan Prancis dan tinggal di Paris untuk mengajar. Disana ia meninggal pada tahun 1998.

Referensi

  1. ↑ "Tintin at the top". The Times. London. 9 Desember 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Juni 2011. Diakses tanggal 26 Mei 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Assouline, Pierre; Ruas, Charles (2009). Hergé: The Man Who Created Tintin. Oxford University Press. hlm. 51. ISBN 9780199739448. Diakses tanggal 24 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Liechty, Mark (2017). Far Out: Countercultural Seekers and the Tourist Encounter in Nepal. University of Chicago Press. hlm. 63. ISBN 9780226428949.

Bibliografi

Cetakan ketiga diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Judul bukunya
Tokoh utama
Tokoh pendukung
Serial televisi
Film
Dokumenter
Permainan video
Kolaborator
Karya Herge lainnya
Tokoh terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan