Senin, 21 September 2026
11:45 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Champon

Champon

salah satu jenis olahan pasta

250px-Shikairo_Nagasaki_Japan05s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shikairō champon

Champon (ちゃんぽん) (chanpon) atau Nagasaki champon adalah mi rebus khas kota Nagasaki. Champon merupakan perkembangan dari mi rebus ala Tionghoa. Bahan berupa daging babi, makanan laut yang sedang musim, kamaboko, dan sayur-sayuran (kubis, tauge) ditumis dengan lemak babi. Air kaldu dari campuran tulang babi atau tulang ayam ditambahkan untuk merebus mi hingga empuk. Di Korea masakan serupa champon disebut Jjamppong (짬뽕), dan dimasak dengan tambahan cabai. Di Okinawa, champon berarti sepiring nasi dengan lauk-pauk di atasnya.

Etimologi

Dalam bahasa Jepang, kata "champon" berarti memasak campuran berbagai bahan makanan, atau mencampur dua jenis bahan atau hal yang berbeda. Kata ini berasal dari bahasa Tionghoa: 攙烹 (chānpēng).[1] Selain itu, orang juga dikatakan berbahasa champon bila berbicara dalam bahasa Jepang dicampur bahasa asing. Bagi orang Kyushu, istilah "champon" berarti campuran berbagai jenis minuman keras, atau mencampur berbagai macam lauk menjadi satu.[2] Selain itu, kata "champon" kemungkinan berasal dari dialek Fujian, "shapon" yang berarti makan.[3]

Asal-usul

Pada tahun 1892, juru masak Chen Pingshun yang waktu itu berusia 19 tahun meninggalkan kampung halaman di Provinsi Fujian untuk mencari uang di Nagasaki. Setelah tinggal di Nagasaki selama dua tahun pecah Perang Tiongkok-Jepang Pertama. Setelah bekerja keras dan menjalani kehidupan yang sulit, uang hasil menabung selama 7 tahun dipakainya sebagai modal membuka rumah makan bernama Shikairou.[4]

Minatnya membantu orang yang sedang kesulitan membuat Chen bersedia mengurusi mahasiswa dari Dinasti Qing yang sedang belajar di Nagasaki. Untuk mereka, Chen menciptakan masakan baru yang bergizi dan murah. Idenya diambil dari masakan mi kuah daging (湯肉絲麺) asal tempat kelahirannya di Fujian. Mi dimasak di atas wajan berisi kaldu encer daging babi dicampur sayuran berupa shiitake, rebung, dan daun bawang. Chen mengubah resep tersebut dengan memakai kuah kaldu yang lebih kental, daging dan sayuran yang banyak, dan mi ala Jepang yang lebih kenyal.[4] Bahan yang digunakannya adalah hasil laut yang sedang musim dari perairan sekitar Nagasaki seperti udang kecil dan tiram. Masakan mi ciptaannya disebut Shinaudon (udon Tiongkok), dan nantinya menjadi cikal bakal champon.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. Sanseidō kokugo jiten (Edisi Ed.3). Sanseidō. 1982. ISBN 4-385-13187-2.
  2. Rurubu Free Nagasaki (Autumn 2007): 7.{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. "Food Culture". Dewan Pariwisata Kota Nagasaki. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-28. Diakses tanggal 2008-01-12.
  4. 1 2 "Champon no yurai". Shikairou. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-01. Diakses tanggal 2008-01-12.
  5. "Champon museum". Nishinippon Shimbun. Diakses tanggal 2008-01-12.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan