Rabu, 28 Oktober 2026
13:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ceylon Portugal

Ceylon Portugal

bekas harta benda Portugal di Asia Selatan

Bagikan:
Ceylon
Ceilão
1505–1658
Bendera Ceilão
Bendera
Lambang Ceilão
Lambang
Pendudukan Portugis di Ceylon
Pendudukan Portugis di Ceylon
StatusKoloni
Ibu kotaKolombo
Bahasa umumPortugis, Sinhala, Tamil
Kapten 
• 1518-1518
João da Silveira
• 1522-1524
Fernão Gomes de Lemos
Mayor Kapten 
• 1551-1552
João Henriques
• 1591-1594
Pedro Homem Pereira
Gubernur 
• 1594-1594
Pedro Lopes de Sousa
• 1656-1658
António de Amaral de Meneses
Era SejarahImperialisme
• Hubungan dan perdagangan dengan Kerajaan Kotte
15 Agustus 1505
• Kejatuhan Ceylon Portugis
14 Januari 1658
Mata uangTanga Portugis (TCP)
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Kotte
krjKerajaan
Jaffna
krjKerajaan
Sitawaka
Ceylon Belanda
krjKerajaan
Kandy

Ceylon Portugis (bahasa Portugis:Ceilão) adalah wilayah kekuasaan Portugis di Sri Lanka modern, dan merupakan periode dalam sejarah Sri Lanka dari 1505–1658. Portugis pertama-tama menghadapi Kerajaan Kotte di Ceylon, yang berakhir dengan suatu kesepakatan. Ceylon Portugis didirikan melalui pendudukan Kotte dan penaklukan kerajaan-kerajaan Sinhala di sekitarnya. Pada 1565 ibu kota Ceylon Portugis dipindahkan dari Kotte ke Kolombo. Penyebaran agama Kristen oleh Portugis juga memicu perselisihan dengan orang-orang Sinhala.

Pada akhirnya, orang-orang Ceylon meminta bantuan dari Kekaisaran Belanda dalam perjuangan mereka untuk merdeka. Kekaisaran Belanda lalu membuat kesepakatan dengan Kerajaan Kandy. Setelah jatuhnya ekonomi Iberia pada 1627, Perang Belanda-Portugis berakhir dengan penaklukan Belanda di koloni-koloni Portugis di Asia. Ceylon Portugis kemudian diserahkan kepada Belanda. Namun unsur-unsur budaya Portugis dari periode ini masih banyak yang tersisa di Sri Lanka.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan