Senin, 12 Oktober 2026
21:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Cerek-pasir mongolia

Cerek-pasir mongolia

spesies burung

Bagikan:
Cerek-pasir mongolia
250px-Lesser_Sand_Plover_Charadrius_mongolus_in_breeding_plumage_best_by_Vedant_Kasambe_DSC_5787.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laem Phak Bia, Ban Laem, Phetchaburi, Thailand
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. mongolus
Nama binomial
Anarhynchus mongolus
Pallas, 1776
Artikel takson sembarang

Cerek-pasir mongolia (Anarhynchus mongolus) adalah spesies burung dalam famili Charadriidae.

Penyebaran dan subspesies

Cerek-pasir mongolia terdiri dari lima subspesies, dengan daerah persebaran:[2]

  1. C. m. mongolus (Pallas, 1776), tersebar di daratan Siberia timur dan Rusia timur; musim dingin bermigrasi ke Taiwan sampai Australia.
  2. C. m. pamirensis (Richmond, 1896), tersebar Tien Shan barat, Pamirs dan Karakoram sampai Kunlun Shan barat; pada musim dingin bermigrasi ke Afrika selatan dan tengah sampai India Barat.
  3. C. m. atrifrons (Wagler, 1829), tersebar Himalaya dan Tibet selatan; musim dingin bermigrasi ke India sampai Sumatra.
  4. C. m. schaeferi (Meyer de Schauensee, 1938), tersebar Tibet timur ke utara sampai Mongolia selatan; musim dingin bermigrasi ke Thailand sampai Sunda Besar.
  5. C. m. stegmanni (Portenko, 1939), tersebar Kolymskiy, Kamchatka, Kepulauan Kuril utara dan Kepulauan Commander ke utara sampai Semenanjung Chukotskiy; musim dingin bermigrasi ke Kepulauan Ryukyu dan Taiwan sampai Australia.

Tempat hidup dan kebiasaan

Cerek-pasir mongolia dapat ditemukan berbaur dengan burung perancah lain di daerah berlumpur dan berpasir di tepi pantai, kadang-kadang dalam kelompok besar berjumlah ratusan ekor. Bersarang di permukaan tanah dengan jumlah telur biasanya tiga butir. Memakan serangga, udang-udangan dan cacing anelida.[2] Cerek pasir mongolia mengeluarkan nada kruit atau drrit keras yang agak pendek dan tajam saat terbang.[3]

Morfologi

Cerek-pasir mongolia mongolus

Pada individu dewasa yang tidak berbiak, ditandai dengan paruh lebih kecil. Individu jantan yang berbiak ditandai dengan dahi putih dibelah oleh garis hitam vertikal. Terdapat garis atas kehitaman yang sempit hingga ke lingkar dada.[3]

Cerek-pasir mongolia atrifrons

Individu ini sering kali memiliki bercak putih kecil di sisi dahi.[3]

Cerek-pasir mongolia schaeferi

Cerek-pasir mongolia berukuran sekitar 19–21 cm. Individu pria yang berada dalam fase berbiak ditandai dengan dahi, dan penutup telinga berwarna hitam. Leher oranye tua dan lingkar dada yang lebar. Terkadang tampak tanda keputihan yang sangat kecil di sisi dahi.[3] Pada individu betina yang berbiak warnanya jauh lebih kusam. Leher dan dada dengan warna oranye kemerahan yang lebih sedikit. Warna dahi lebih coklat.[3]

Individu dewasa yang tidak berbiak ditandai dengan penutup dada lateral yang lebar, tanpa kerah berwarna putih. Bagian atas berwarna coklat keabu-abuan berpasir dengan dahi dan garis mata berwarna keputihan. Paruh lebih panjang dari subspesies lainnya. Individu remaja serupa dengan individu dewasa yang tidak berbiak, namun bagian atas dan bagian samping dadanya berwarna kekuningan. Garis mata pada cerek-pasir mongolia remaja kurang menonjol.[3]

Referensi

  1. ↑ "Anarhynchus mongolus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Cerek-pasir Mongolia". Kutilang Indonesia. Diakses tanggal 4 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 4 5 6 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 106.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan