Rabu, 23 September 2026
19:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Cayor

Kerajaan Cayor
Kajoor
1549–1879
StatusKerajaan
Ibu kotaMboul (tradisional)
Bahasa umumWolof
Agama Agama tradisional Afrika, Islam
PemerintahanMonarki
Kaabu Mansaba 
 1549 - ?
Dece Fu Njogu (pertama)
 1879
Samba Laube Fal (terakhir)
Sejarah 
 Didirikan
Cayor mengalahkan Jolof dalam Pertempuran Danki 1549
 Dijajah Prancis
1879
Mata uangEmas
Didahului olehDigantikan oleh
ksrKekaisaran
Wolof
Afrika Barat Prancis

Cayor (bahasa Wolof:Kajoor; bahasa Prancis:Cayor) adalah kerajaan terbesar dan terkuat di wilayah Senegal utara dan tengah yang berdiri dari tahun 1549 hingga tahun 1879. Kerajaan Cayor terletak di sebelah tenggara Kerajaan Walo, di sebelah barat Kerajaan Jolof, dan di sebelah utara Kerajaan Baol dan Sine.

Pada tahun 1549, Damel (dammeel dalam bahasa Wolof,[1] dapat diterjemahkan menjadi "raja") Dece Fu Njogu memisahkan diri dari Kekaisaran Wolof dan menjadikan kota Mbul sebagai ibu kota Cayor. Damel-damel Cayor juga menguasai kawasan Cap-Vert (lokasi kota Dakar modern) dan mereka juga pernah menjadi "Teignes" (penguasa) kerajaan Baol di selatan.

Damel bukan merupakan jabatan yang diserahkan secara turun temurun, tetapi dianugerahkan oleh sebuah dewan yang terdiri dari empat anggota yang terdiri dari:

  • Jaudin Bul (Diawdine-Boul), kepala suku turun temurun Jambur ("orang bebas", Prancis: Diambour)
  • Calau (Tchialaw), kepala suku Jambanyan (Diambagnane)
  • Botal (Bôtale), kepala suku Jop (Diop), dan
  • Baje (Badgié), kepala suku Gateny (Gatègne).

Kerajaan ini dibubarkan oleh gubernur Louis Faidherbe dan diambilalih oleh Prancis pada tahun 1868, tetapi Cayor merdeka lagi pada tahun 1871. Prancis lalu kembali menyerang Cayor dan menganeksasi wilayahnya pada tahun 1879.

Referensi

  1. Papa Samba Diop, Glossaire du roman sénégalais, L'Harmattan, Paris, 2010, p. 140-143
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cayor.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan