Selasa, 29 September 2026
13:58 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Caru

hari raya keagamaan Hindu

Bagikan:

Caru (kata kerja: mecaru), dalam agama Hindu Bali, adalah upacara yang dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam oleh umat Hindu di Bali, Indonesia.[1] Upacara mecaru juga disebut dengan Bhuta Yadnya.[1] Bhuta Yadnya pada hakikatnya merawat lima unsur alam, yakni tanah, air, udara, api, dan ether.[1] Upacara mecaru dilaksanakan sebelum hari raya Nyepi pada waktu Sasih Kesanga.[2] Upacara mecaru biasanya dilaksanakan di perempatan jalan dan di lingkungan rumah.[2] Setiap mengadakan upacara ini, setiap keluarga membuat caru atau persembahan sesuai dengan kemampuan ekonomi.[2] Persembahan tersebut merupakan penyucian Bhuta Kala dan segala kotoran yang ada, serta sebagai pengharapan segala keburukan tidak dialami lagi pada masa mendatang.[2] Persembahan dalam upacara mecaru biasanya berupa nasi lima warna, lauk-pauk ayam, brumbuhan, dan disertai tuak.[2] Upacara mecaru bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan spiritual kepada manusia agar selalu menjaga dan merawat alam dan lingkungan sekitarnya.[1] Masyarakat Bali percaya bahwa jika manusia merusak alam dan lingkungan, maka suatu saat nanti manusia akan dibinasakan oleh alam.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Upacara Mecaru". wisatadewata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-04. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 "Upaya Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Lewat Upacara Mecaru". bali.panduanwisata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-14. Diakses tanggal 15 Juni 2014.12.10.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan