Sabtu, 31 Oktober 2026
06:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Carl Friedrich Roewer

araknolog Jerman (1881 – 1963)

Bagikan:

Carl Friedrich Roewer (12 Oktober 1881, di Neustrelitz – 17 Juni 1963) adalah seorang araknolog Jerman. Ia berfokus pada ordo Opiliones (sekelompok hewan yang mirip laba-laba, dalam bahasa Inggris: harvestmen), di mana ia mendeskripsikan hampir sepertiga (2,260) dari spesies yang diketahui saat ini, juga dengan 700 taksa laba-laba dan berbagai Solifugae.

Setelah mendapatkan D.Phil, ia diangkat menjadi asisten senior Ernst Haeckel di Institut Zoologi Jena. Kemudian, ia diangkat menjadi zoolog di Museum Zoologi, Hamburg, tempat ia bekerja dengan araknolog Karl Kraepelin. Sejak tahun 1933, ia menjadi direktur kedua Übersee-Museum, Bremen, Jerman.[1] Di bawah arahannya, museum tersebut semakin gencar mengadvokasi rasisme ilmiah.

Senckenbergische Naturforschende Gesellschaft membeli koleksi ekstensifnya (termasuk bahan tipe dari araknolog lain seperti L. Koch, Eugène Simon, Thorell, Philipp Bertkau dan Friedrich Dahl) dan perpustakaan pribadinya.[2] Beberapa spesimennya juga ada di Museum für Naturkunde, Berlin.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan