Rabu, 14 Oktober 2026
14:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Carl Spitzweg

Carl Spitzweg

Bagikan:
Carl Spitzweg
250px-Carl_Spitzweg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir5 Februari 1808
Meninggal23 September 1885 (usia 77)
Dikenal karenaPelukis, penyair
GerakanRomantisisme Jerman, Biedermeier

Carl Spitzweg (5 Februari 1808 – 23 September 1885) adalah seorang pelukis dan penyair romantik Jerman. Ia dianggap sebagai salah satu seniman paling berpengaruh pada zaman Biedermeier.

Ia lahir di Unterpfaffenhofen, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Franziska (née Schmutzer) dan Simon Spitzweg.[1]

250px-Carl_Spitzweg_Grab-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Spitzweg di Munich

Spitzweg dimakamkan di Alter Südfriedhof, Munich.

Lukisan

  • The Bookworm, berasal dari 1850, Museum Georg Schäfer. Dua eksemplar lainnya masih ada.
    The Bookworm, berasal dari 1850, Museum Georg Schäfer. Dua eksemplar lainnya masih ada.
  • In the Harem, setelah 1855, Museum Georg Schäfer
    In the Harem, setelah 1855, Museum Georg Schäfer
  • The Poor Poet, 1839, Neue Pinakothek
    The Poor Poet, 1839, Neue Pinakothek
  • Zeitungsleser im Hausgärtchen, sekitar 1845–1858
    Zeitungsleser im Hausgärtchen, sekitar 1845–1858
  • Der Schmetterlingsjäger (Pemburu kupu-kupu) (1840)
    Der Schmetterlingsjäger (Pemburu kupu-kupu) (1840)
  • Gnom, Eisenbahn betrachtend (Katai Melihat Kereta Api) (c. 1848)
    Gnom, Eisenbahn betrachtend (Katai Melihat Kereta Api) (c. 1848)

Referensi dan sumber

Referensi
  1. ↑ Jensen, Jens Christian (2002). Karl Spitzweg, Museum Georg Schäfer. Prestel. hlm. 342.
Sumber

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Carl Spitzweg.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel New International Encyclopedia 1905 tentang Carl Spitzweg.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan