Senin, 21 September 2026
20:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Candil

variasi makanan khas Indonesia

Untuk penyanyi, lihat Dian Dipa Chandra.

Candil adalah makanan Indonesia berupa bubur yang terbuat dari tepung ketan, gula merah dan santan. Tepung ketan ditambahkan sedikit tepung kanji dan air dingin dibentuk bulat dan direbus di dalam air gula dan dihidangkan dengan disiram kuah santan. Akibat bentuknya yang bulat, terkadang bubur ini juga dinamakan bubur biji salak. Namun, bahan pembuatan bubur biji salak berbeda dengan bubur candil.

Makanan ini adalah makanan yang cukup populer di pulau Jawa dan memiliki nama lain yaitu jenang grendul. Makanan ini sering disajikan sebagai makanan pembuka pada saat berbuka puasa. Teksturnya kenyal saat digigit dan terasa manis. Bubur Candil biasanya juga dihidangkan bersama bubur sumsum dan menimbulkan rasa gurih. Selain di pulau Jawa, bubur ini juga dikenal di beberapa daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda yaitu bubur hintalu karuang di Kalimantan Selatan, Jaje batun bedil di Bali dan katiri mandi di Sulawesi.[1]

Falsafah

Candil berarti bulatan-bulatan kenyal yang berasal dari adonan tepung ketan. Pada acara penting, bubur Candil sering disajikan sebagai salah satu sajian. Hal ini diyakini karena makanan ini menggambarkan harmonisasi kehidupan yang berbeda, selain itu juga menyimbolkan roda kehidupan yang berputar, kadang di atas kadang di bawah.

Selain disantap saat Ramadan, bubur Candil juga disajikan saat selamatan sebagai simbol rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bubur Candil juga disajikan saat pernikahan dengan harapan calon pengantin lancar mempersiapkan dan menjalani pernikahan, hingga nanti acara 7 bulanan, bubur ini tetap hadir disajikan.[2]

Referensi

  1. Agmasari, Silvita (2019). "Jangan Salah! Candil dan Biji Salak Terlihat Mirip tetapi Beda". Kompas. Diakses tanggal 10 Februari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Istagfiroh, Melia (2021). "Bubur Candil". Tribunnews. Diakses tanggal 10 Februari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan