Kamis, 08 Oktober 2026
22:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kenari biasa

Kenari biasa

tumbuhan

Bagikan:
Untuk burung, lihat Kenari (burung).
Untuk Kacang kenari (Walnut), lihat Kacang kamiling.
Kenari
250px-Canarium_indicum_-_Icica_icicariba_-_K%C3%B6hler%E2%80%93s_Medizinal-Pflanzen-171.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium
Spesies:
C. indicum
Nama binomial
Canarium indicum
L.
Sinonim

C. amboinense Hochr.
C. moluccanum Blume
C. zephyrinum Rumphius
C.commune L.

Kenari (Bugis, Makassar: Kanare; Tidore, Ternate: Nyiha) adalah tumbuhan berbatang keras dan berkayu, yang banyak tumbuh liar di Kepulauan Maluku.[1] Tumbuhan ini memiliki potensi ekonomi yang merupakan anggota suku Burseraceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan Malesia timur dan diambil buahnya untuk dimakan, terutama bagian dalam bijinya. Buahnya berbentuk bulat dan bijinya dikenal dengan kacang kenari yang memiliki kandungan lemak tinggi dan banyak digunakan dalam kuliner khas Maluku.[1] Salah satunya adalah air guraka yang terbuat dari jahe parut, gula merah, serta rempah-rempah yang biasa disajikan dengan taburan kacang kenari parut.[1]

Daerah asalnya terutama adalah Kepulauan Maluku, Papua, sampai Vanuatu, kemudian diintroduksi di Sulawesi, Jawa, dan sekitarnya. Selain itu di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sekitarnya juga memiliki spesies Canarium vulgare Leenh. (Inggris: java almond) yang juga menghasilkan buah kenari. Kedua spesies ini berhubungan dekat dan saling tertukar karena sebelumnya disebut satu spesies C. commune, walaupun terdapat perbedaan pada daun penumpu (stipula) milik C. vulgare memiliki tepi daun lurus dan rata (Inggris: entire), mudah lepas (Inggris: caducous), dan kecil. Sedangkan stipula pada C. Indicum tepi daunnya bergerigi (Inggris: dentate), tidak mudah lepas, dan besar.[2][3] Selain itu C. harveyi dan C. solomonense juga memiliki daun penyangga yang kecil.[3]

Selain itu, dari luar Indonesia juga diperdagangkan buah dari spesies Canarium lainnya, yaitu C. harveyi dan C. solomonense, yang biasa disebut galip (dalam bahasa Papua Nugini) dan memiliki bentuk buah yang mirip.[3]

Produk

Produksi buah adalah yang diharapkan dari kenari. Buahnya berisi biji yang terbungkus cangkang (endokarp) yang keras dengan isi "daging" yang mengandung lemak dan protein tinggi dan dapat dimakan. Bagian dalam cangkang ini sering kali dipakai sebagai pengganti amandel (almond) untuk menghias kue. Minyak bijinya, yang diekstrak, dapat menggantikan minyak kelapa.[4]

Batangnya mengeluarkan resin yang diperdagangkan untuk campuran vernis dan melicinkan perahu.[4] Resin ini juga dapat digunakan sebagai balsem.

Kayunya berkualitas baik dan dipergunakan sebagai bahan pembuat perahu serta dayungnya.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi. ISBN 978-623-10-4657-4.
  2. ↑ Van Steenis, C. G. G. J. (1958). Flora Malesiana, Series I: Spermatophyta. Vol. 5. Jakarta: Noordhoff-Kolff N.V.
  3. 1 2 3 Thomson LAJ & Evans B. 2006. Canarium indicum var. indicum and C. harveyi (canarium nut). Lembar informasi dari www.traditionaltree.org. Diakses 2 Januari 2013.
  4. 1 2 3 Canarium vulgare[pranala nonaktif permanen]. Dalam sheetfact World Agroforestry Centre.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan