Senin, 12 Oktober 2026
18:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

CVE-2022-30136

Bagikan:

CVE-2022-30136[1] atau Common Vulnerabilities and Exposures-2022-30136 merupakan keretanan Remote Code Execution (RCE) pada Network File System. Kerentanan ini memiliki nilai dampak kritis 9,8 dari skala 10. Kerentanan ini terdapat pada Windows Server 2012 R2, Windows Server 2016, Windows Server 2019.

Dampak

Dampak yang terjadi jika kerentanan ini berhasil diekspolitasi adalah penyerang dapat menjalankan perintah pada sistem terdampak secara jarak jauh atau Remote Code Execution (RCE).

Panduan Mitigasi

Terdapat beberapa cara dalam melakukan mitigasi, diantaranya adalah :

  1. Melakukan update versi NFSV2.0 atau NFSV3.0 pada Windows Security Update di Mei 2022
  2. Menonaktifkan NFSV4.1.
  3. Mengimplementasikan Windows Security Update secara berkala

Kategori Sektor Berpotensi Terdampak

Banyak sektor berpotensi terdampak diantaranya sektor teknologi informasi dan komunikasi, administasi pemerintahan, transportasi, keuangan, pangan, ESDM, kesehatan dan lainnya. Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi sendiri mendapat presentasi terbesar terdampak hingga 64%, Sektor Administrasi Pemerintah sebesar 10.67%, dan Sektor Lainnya 21.33%, sedangkan sektor yang tidak disebutkan memiliki presentasi terdapak dibawah 1%.[2]

Daftar Referensi

Referensi

  1. ↑ "Security Update Guide - Microsoft Security Response Center". msrc.microsoft.com. Diakses tanggal 2023-05-06.
  2. ↑ Nurhidayat, S.ST, Taufik (2022). Lanskap Kamsiber Indonesia 2022. Jakarta: Direktorat Operasi Keamanan Siber, Badan Siber Dan Sandi Negara. hlm. 42.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan