Minggu, 18 Oktober 2026
17:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

CNEOS-2014-01-08

Bagikan:

CNEOS-2014-01-08 (Center for Near Earth Object Studies[1]) adalah penunjukan meteorit bolide asal antarbintang yang terdeteksi selama Januari 2014,[2] yang berdampak di lepas pantai Papua Nugini.[3]

Siraj dan Loeb mengira itu adalah meteorit antarbintang selama 2019,[2] yang dikonfirmasi pada April 2022,[4] tetapi kemudian diperdebatkan.[5] ʻOumuamua saat ini adalah objek antarbintang pertama yang diketahui pada tahun 2017.[6]

Referensi

  1. ↑ https://cneos.jpl.nasa.gov/ (P Chodas - S Khudikyan, A Chamberlin): https://www.jpl.nasa.gov/ (A Greicius, N Hartono): https://www.nasa.gov/ (B Dunbar) (Jet Propulsion Laboratory - Institut Teknologi California: Badan Penerbangan dan Antariksa)
  2. 1 2 (Inggris) Siraj, A; Loeb, A (2019-04-15) Penemuan Meteor Asal Antarbintang 2019 https://arxiv.org/abs/1904.07224, https://arxiv.org/. https://doi.org/10.48550/arXiv.1904.07224
  3. ↑ (Inggris) https://www.pna.gov.ph/articles/1172267 (& CNN), https://www.pna.gov.ph/ (Biro Berita dan Informasi - Pemerintah Republik Filipina)
  4. ↑ (Inggris) Dr. Mozer, J E Shaw (Letnan Jendral (Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (KLAAS), 7 avril 2022 Departemen Pertahanan Amerika Serikat (KLAAS) (arsip[pranala dihapus]), Twitter.
  5. ↑ (Inggris) Jérémie Vaubaillon https://arxiv.org/abs/2211.02305, https://arxiv.org/
  6. ↑ (Inggris) "Small Asteroid or Comet 'Visits' from Beyond the Solar System" NASA

(Inggris) https://scholar.google.com/: --

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan