Senin, 21 September 2026
23:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Persemakmuran Negara-Negara Merdeka

Persemakmuran Negara-Negara Merdeka

artikel daftar Wikimedia

Artikel ini bukan mengenai Persemakmuran Bangsa-Bangsa.
Persemakmuran Negara-Negara Merdeka
Содружество Независимых Государств
Sodruzhestvo Nezavisimykh Gosudarstv
250px-Flag_of_the_CIS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera
120px-Emblem_of_CIS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang
Negara anggota dalam warna hijau tua
Negara anggota dalam warna hijau tua
Pusat pemerintahan
Kota terbesarMoskow
Bahasa yang diakui
Bahasa resmiRusia
TipeKonfederasi
Keanggotaan
1 negara asosiasi
Pemimpin
 Sekretaris-Eksekutif
Sergei Lebedev
 Ketua
Valentina Matviyenko
 Pemimpin
 Belarus
LegislatifDewan Kepala Negara CIS
Majelis Antarparlemen CIS[1]
Pendirian
8 Desember 1991
21 Desember 1991
26 Desember 1991
 Piagam CIS
22 Januari 1993
 Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas
20 September 2012
Luas
 Total
20.368.759 km2 (7.864.422 sq mi)
Populasi
 Perkiraan 2018
236.446.000
 Kepadatan
11,77/km2 (30,5/sq mi)
PDB (KKB)2018
 Total
$5,378 triliun
 Per kapita
$22.745
PDB (nominal)2020
 Total
$1,828 triliun
 Per kapita
$7.732
IPM (2017)0.740
tinggi
Mata uang
Zona waktuUTC+2 hingga +12
Situs web resmi
http://cis.minsk.by/

Persemakmuran Negara-Negara Merdeka atau disingkat PNM (bahasa Rusia:Содружество Независимых Государств, Sodruzhestvo Nezavisimykh Gosudarstv; disingkat CHГ, SNG) atau CIS (bahasa Inggris: Commonwealth of Independent States) merupakan organisasi regional beranggotakan negara-negara bekas Uni Soviet yang dibentuk saat pembubaran Uni Soviet. CIS mendorong kerjasama dalam urusan ekonomi, politik dan militer dan memiliki kekuatan tertentu yang berkaitan dengan koordinasi perdagangan, keuangan, pembuatan undang-undang, dan keamanan. CIS juga mempromosikan kerja sama dalam pencegahan kejahatan lintas batas.

Delapan dari sembilan negara anggota CIS berpartisipasi dalam Kawasan Perdagangan Bebas CIS. Tiga organisasi berada di bawah pengawasan CIS, yaitu Organisasi Traktat Keamanan Kolektif, Uni Ekonomi Eurasia (bersama subdivisi, Uni Bea Eurasia dan Ruang Ekonomi Eurasia); dan Negara Kesatuan. Sementara yang pertama dan yang kedua adalah aliansi militer dan ekonomi, yang ketiga bertujuan untuk mencapai persatuan supranasional Rusia dan Belarus dengan pemerintahan bersama, bendera, mata uang, dan sebagainya.

Sejarah

Piagam Belazheva dan Protokol Alma-Ata (1991-1993)

Menyusul peristiwa kudeta yang gagal pada bulan Agustus, republik-republik Uni Soviet telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka karena takut akan kudeta yang lain. Seminggu setelah referendum kemerdekaan Ukraina diadakan, Persemakmuran Negara-Negara Merdeka didirikan pada 8 Desember 1991 oleh RSS Byelorusia, RSFS Rusia, dan RSS Ukraina, ketika para pemimpin tiga republik bertemu di Cagar Alam Pushcha Belovezhskaya, sekitar 50 km utara Brest di Belarusia, dan menandatangani "Perjanjian Pendirian Persemakmuran Negara-Negara Merdeka".

Piagam CIS menyatakan bahwa semua anggota adalah negara berdaulat dan merdeka, dan dengan demikian secara efektif menghapuskan Uni Soviet. Pada tanggal 21 Desember 1991, para pemimpin delapan tambahan bekas Republik Soviet (Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, Moldova, Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan) menandatangani Protokol Alma-Ata,[2] sehingga menjadikan jumlah negara peserta menjadi 11.[3] Georgia bergabung dua tahun kemudian, pada Desember 1993.[4] Pada titik ini, 12 dari 15 bekas Republik Soviet berpartisipasi dalam CIS. Namun, tiga negara Baltik tidak memutuskan untuk bergabung dengan CIS. CIS dan Uni Soviet juga secara hukum hidup berdampingan secara singkat, hingga 26 Desember 1991, Dewan Kebangsaan Uni Soviet secara resmi membubarkan Uni Soviet.

Piagam CIS

250px-CIS_Summit_20-22_June_2000-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KTT CIS pada 20-22 Juni 2000.

Pada tanggal 22 Januari 1993, Piagam (Statuta) CIS ditandatangani. Semua negara pendiri, kecuali Ukraina dan Turkmenistan, meratifikasi Piagam CIS dan menjadi negara anggotanya. Namun demikian, Ukraina dan Turkmenistan tetap berpartisipasi dalam CIS, tanpa menjadi negara anggotanya. Ukraina menjadi anggota asosiasi CIS Economic Union pada April 1994, dan Turkmenistan menjadi anggota asosiasi CIS pada Agustus 2005. Georgia meninggalkan CIS pada 2009, disusul Ukraina yang keluar dari CIS pada 2018.

Dewan Menteri Luar Negeri mengadakan pertemuan di Dushanbe, Tajikistan pada 11 April 2003 untuk membahas perang di Irak dan mempertimbangkan rancangan program untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, menyoroti kebutuhan khusus akan peran internasional di Irak pascaperang, untuk lebih jauh akan disampaikan saat KTT bulan Mei di Sankt-Peterburg.[5]

Pada Mei 2009, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Georgia, Moldova, dan Ukraina bergabung dengan Kemitraan Timur, sebuah proyek yang diprakarsai oleh Uni Eropa (UE).

Keanggotaan

Negara anggota

Negara Perjanjian/protokol diratifikasi Piagam diratifikasi Catatan
 Armenia 18 Februari 1992 16 Maret 1994 Negara pendiri
 Azerbaijan 24 Februari 1993 24 September 1993
 Belarus 10 Desember 1991 18 Januari 1994 Negara pendiri
 Kazakhstan 23 Desember 1991 20 April 1994 Negara pendiri
 Kirgizstan 6 Maret 1992 12 April 1994 Negara pendiri
 Moldova 8 April 1994 15 April 1994
 Rusia 12 Desember 1991 20 Juli 1993 Negara pendiri
 Tajikistan 26 Juni 1993 4 Agustus 1993
 Uzbekistan 4 Januari 1992 9 Februari 1994 Negara pendiri

Pihak dari Perjanjian Penciptaan

Negara Perjanjian/protokol diratifikasi Piagam diratifikasi Catatan
 Turkmenistan 26 Desember 1991 Tidak meratifikasi Negara pendiri, tetapi tidak pernah menjadi anggota. Negara terasosiasi sejak 2005.
 Ukraina 10 Desember 1991 Tidak meratifikasi Negara pendiri, tetapi tidak pernah menjadi anggota. Berhenti berpartisipasi dari CIS pada 2014, lalu keluar dari badan hukum CIS pada 2018 akibat Aneksasi Krimea oleh Federasi Rusia dan keterlibatan Rusia dalam Perang di Donbass.[6]

Negara pengamat

Negara Status pengamat diberikan Piagam diratifikasi Catatan
 Afganistan 2008 Tidak meratifikasi [7]
 Mongolia 2008 Tidak meratifikasi [8]

Mantan anggota

Negara Perjanjian/protokol diratifikasi Piagam diratifikasi Keluar Catatan
 Georgia 3 Desember 1993 19 April 1994 18 Agustus 2008 Keluar akibat Perang Rusia-Georgia pada tahun 2008.

Lihat pula

Referensi

  1. "Commonwealth of Independent States - Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Belarus". Diarsipkan dari versi asli pada 2017-08-23. Diakses tanggal 2021-11-30.
  2. Plokhy, Serhii (2015). The last empire : the final days of the Soviet Union. Richmond. ISBN 978-1-78074-646-3. OCLC 922032788.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  3. "Library of Congress / Federal Research Division / Country Studies / A…". archive.ph. 2012-12-13.{{cite web}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. "Wayback Machine". web.archive.org. 2008-10-30. Diarsipkan dari versi asli pada 2008-10-30. Diakses tanggal 2021-12-02.{{cite web}}: Kutipan menggunakan judul generik
  5. "Commonwealth of Independent States (CIS)". The Nuclear Threat Initiative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-02.
  6. "Ukraine withdraws all envoys from CIS bodies | KyivPost". web.archive.org. 2018-05-20. Diarsipkan dari versi asli pada 2018-05-20. Diakses tanggal 2021-12-02.
  7. "Ежедневная деловая газета РБК - главные новости дня в России и в мире". Газета РБК. Diakses tanggal 2021-12-02.
  8. Гайжевская, Татьяна (2008-08-19). "Грузия проиграла, а СНГ будет жить вечно!". OBOZREVATEL (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2021-12-02.

Pranala luar

Jenis kekuasaan
Jenis status penguasa
Geopolitik
Teori dan sejarah
Studi
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
AfrikaAsia
Amerika
Asia
Eropa
Eurasia
AmerikaEropa
AfrikaAsiaEropa
Pasifik
Nonregional
Global
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan