Minggu, 18 Oktober 2026
10:09 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
CAIC WZ-10

CAIC WZ-10

helikopter penyerang Tiongkok

Bagikan:
330px-Changhe_Z-10.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

WZ-10 adalah helikopter serang yang diproduksi oleh Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC). WZ sendiri merupakan akronim dari "Wuzhuang Zhishengji" (五庄智胜机—yang secara harfiah berarti "Helikopter Bersenjata"). Dalam banyak literatur helikopter tempur, WZ-10 disebut dengan nama lengkap CAIC WZ-10. Helikopter serang ini mempunyai misi utama sebagai penghancur tank dan kendaraan lapis baja lainnya, selain memiliki kemampuan tempur udara yang terbatas.

Sebagai helikopter serang dari Tiongkok, WZ-10 mempunyai sejarah yang cukup panjang. Secara resmi, tahap pengembangannya dimulai pada tahun 1998, meskipun sebenarnya sudah diawali sejak akhir dekade 1970-an. Saat itu, Tiongkok telah membeli 8 unit helikopter Aerospatiale Gazelle dipersenjatai dengan HOT Euromissile yang rencananya akan mereka evaluasi. Selain Aerospatiale Gazelle, pada pertengahan 1980-an, Tiongkok juga sudah mengevaluasi Agusta A129 Mangusta. Namun proses impor desain dari negara lain akhirnya terpaksa kandas pasca tragedi Lapangan Tiananmen pada tahun 1989, yang berakibat pada embargo senjata untuk Tiongkok dari banyak negara, bahkan Rusia dan Bulgaria menolak tawaran Tiongkok untuk membeli helikopter Mil Mi-24.

Karena tidak mempunyai jalan lain, pihak militer Tiongkok harus mengembangkan helikopter tempurnya sendiri. Dengan penggelontoran dana yang mencapai sekitar 4 miliar Yuan, investasi WZ-1 menjadi salah satu program yang paling penting dalam rencana 5 hingga 9 tahun mereka. Program ini bahkan di bawah perlindungan kerahasiaan yang ketat bahkan melebihi perlindungan kerahasiaan pada program pengembangan jet tempur J-10 Chengdu.

Setelah melalui proses panjang, prototipe pertama helikopter WZ-10 berhasil diterbangkan pada 29 April 2003 di lapangan terbang Lumeng, Tiongkok. Namun ada beberapa versi kepastian tanggal penerbangan perdana ini. Beberapa sumber di Tiongkok mengatakan bahwa uji coba terbang perdana WZ-10 terjadi pada tanggal 17 Desember 2003, sedangkan sumber lain melaporkan bahwa penerbangan perdana sudah dilakukan pada Maret 2003. Di luar hal itu, situs Wikipedia.org memastikan bahwa WZ-10 secara resmi dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) pada Desember 2010.

Dalam banyak hal, WZ-10 bisa disetarakan atau satu kelas dengan helikopter tempur Rooivalk AH-2 dan A-129 Mangusta, tetapi masih di bawah AH-64 Apache.

Spesifikasi

Karakteristik umum

  • Kru: 2
  • Panjang: 14.15 m (ft)
  • Diameter rotor: 13,0 m [ 16 ] (ft)
  • Tinggi: 3.85 m (ft)
  • Berat bersih: 5.540 kg [ 16 ] (lb)
  • Berat kotor: 7.000 kg (lb)
  • Beban perlengkapan: 1.500 kg [ 16 ] (lb)
  • Max. Berat lepas landas: 7.000 + kg (lb)
  • Tenaga: 2 × WZ-9 turboshaft [ 16 ], masing-masing 1000 kw (1.350 shp)

Prestasi

  • Kecepatan maksimum: 300+ km / jam [ 16 ]
  • Kecepatan jelajah: 270+ km / jam [ 16 ]
  • Jarak jangkauan: 800+ km [ 16 ] ()
  • Layanan langit-langit: 6.400 m (ft)
  • Tingkat panjat: lebih dari 12 m / dtk [ 16 ] (ft / min)

Persenjataan

  • Senjata: meriam berkaliber 23 mm atau 30 mm dipasang di dagu turret (dengan opsi lain seperti peluncur granat otomatis berkaliber 30 mm atau 40 mm, atau gatling gun berkaliber 14,5 mm )
  • Cantelan: 4
  • Roket: 57 mm, pod roket multi-selongsong terarah berukuran 90mm
  • Rudal:
    • 8 unit rudal udara-ke-permukaan, tipe HJ-10 / anti-tank / rudal anti-helikopter. ADK10 dilaporkan menjadi nama resmi dari rudal HJ10. [ 12 ]
    • 8 unit rudal HJ-8, HJ-9
    • 8 unit rudal udara-ke-udara bertipe TY-90
    • 4 unit rudal udara-ke-udara bertipe PL-5, PL-7, PL-9

Avionik

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Changhe Z-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan