Kamis, 15 Oktober 2026
23:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Burhanuddin Soebely

sastrawan asal Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (November 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Burhanuddin Soebely
Lahir(1957-01-02)2 Januari 1957
Meninggal28 Mei 2012(2012-05-28) (umur 55)
Kandangan, Hulu Sungai Selatan
Dikenal karenaSastrawan

Burhanuddin Soebely (2 Januari 1957 – 28 Mei 2012) adalah seorang sastrawan Indonesia asal Kalimantan Selatan. Ia mulai menekuni sastra sejak 1979 dan sudah menghasilkan beberapa kumpulan puisi. Antara lain Palangsaran (1982), Patilarahan (1987), dan Ritus Puisi (2000). Tiga noveletnya, antara lain Reportase Rawa Dupa, Seloka Kunang-Kunang, dan Konser Kecemasan memenangkan sayembara penulisan cerita bersambung Majalah Femina tahun 1997, 1998, dan 2001.[1] Beliau universitas terbuka jurusan administrasi Negara,dan tertarik pada dunia seni sejak smp.

Referensi

  1. ↑ "Boerhanuddin Soebely, Penyair Pembela Suku Dayak Meratus". teraslampung.com. 4 Oktober 2014. Diakses tanggal 28 Juli 2020.
Daftar pustaka
  • Sareb Putra, Masri (2017). 101 Tokoh Dayak Yang Mengukir Sejarah Jilid 2. Jakarta: An1mage. ISBN 978-602-6510-42-6.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan