Rabu, 07 Oktober 2026
20:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Bur Rasuanto

sebagai cerpenis dengan mempublikasikan cerita pendek melalui majalah Sastra tahun 1960.

Bagikan:

Bur Rasuanto (06 April 1937 – 15 Mei 2019) adalah seorang sastrawan dan eks wartawan Indonesia. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang penulis buku, cerpen, novel, dan skenario film.

Karier kepenulisan

Bur Rasuanto memulai penulisan karya sastra dengan mengarang cerita pendek. Cerita pendek pertamanya diterbitkan dalam majalah Sastra tahun 1960. Ia belajar membuat cerita pendek dari Hans Bague Jassin.[1] Tiga cerpen Bur Rasuanto yaitu Discharge, Ethyl Plant, dan Pertunjukan memperoleh hadiah tahunan majalah Sastra sebagai cerita pendek terbaik. Dengan terbitnya dua buku kumpulan cerpen yang berjudul Bumi yang Berpeluh dan Mereka yang Bangkit, Bur Rasuanto terkenal sebagi penulis cerita pendek. Ciri khas cerita pendeknya berlatar kehidupan kaum buruh industri perminyakan. H. B. Jassin menyatakan bahwa cerita pendek yang berlatar belakang lingkungan perkilangan minyak merupakan daerah baru bagi pengarang Indonesia dan Bur Rasuanto pertama kali yang mengungkapkan soal itu dalam sastra dengan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya selama bekerja di kilang minyak PT. Stanvac.

Sebagai pengarang, Bur mengaku tidak cukup produktif, khususnya dalam hal mengarang novel. Menurut Bur (Kompas, 22 Juni 1980), mengarang cerpen terasa lebih ringan dan mudah daripada menciptakan novel. Walaupun demikian, ada empat novel yang telah ditulisnya, yaitu Manusia Tanah Air (semula berupa cerita bersambung dalam harian Sinar Harapan (1969), Sang Ayah (Jakarta: Budajata, 1969), Tambang Emas bagi Wan Muda, (novel anak-anak, 1976), dan Tuyet (Jakarta: Gramedia, 1978). Selain sebagai pengarang, Bur Rasuanto juga berkerja sebagai wartawan perang di Harian Kami. Tahun 1967 ia meliput Perang Vietnam. Di samping pernah bertugas di harian Kami, Bur juga pernah bekerja sebagai redaktur harian Indonesia Raja. Dia menulis berbagai artikel, antara lain artikel kebudayaan, politik, dan tinjauan umum, terutama yang berkaitan dengan tugasnya meliput perang. Tulisan-tulisannya antara lain "Sketsa-Sketsa Eksklusif dari Laos" dalam Sinar Harapan, 18 Juli 1968–14 Agustus 1968, yang mengungkapkan pengalamannya selama bertugas sebagai wartawan perang di Laos. Selain itu, "Masalah Mediator dalam Konflik Vietnam" dalam Kompas, 2 Desember 1967, "Vietnam di Selatan Sungai Ben Hai" dalam Harian Kami, 12 Desember 1967, dan "Dengan Pasukan Korea Selatan di Vietnam" dalam Sinar Harapan, 5 Juli 1968.

Karya sastra

Tuyet

Tuyet awalnya ditulis sebagai cerita bersambung oleh Bur Rasuanto dalam Harian Kompas. Kemudian Tuyet ditulis sebagai novel. Tokoh utama dalam novel ini ialah seorang gadis Vietnam bernama Tuyet dan seorang wartawan asal Indonesia bernama Alimin yang bertugas di Vietnam. Keduanya bertemu di Saigon hingga menjalin hubungan yang intens. Namun nafsu seksual Alimin menurun ketika Tuyet memaksanya untuk menggaulinya.[2] Sikap Tuyet kemudian diketahui oleh Alimin akibat kebutuhan uang untuk menebus ayahnya yang disekap oleh rezim militer pemerintah Vietnam. Selain itu, penebusan ini juga untuk membatalkan pengambilan keperawanan Tuyet oleh perwira yang menahan ayahnya. Alimin kemudian mengumpulkan uang tebusan dengan menghubungi kawan-kawan wartawan asing. Namun karena pengumpulan berlangsung lama, ia tidak lagi menjumpai Tuyet yang sedang mengadakan perjalanan untuk menyerahkan keperawanannya ke perwira yang menahan ayahnya.[3]

Kehidupan pribadi

Dia lahir di Palembang, Sumatera Selatan, tanggal 6 April 1937. Istrinya bernama Masnun, dikaruniai tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Bur Rasuanto meninggal dunia pada tanggal 15 Mei 2019 di usianya yang ke-82 tahun. Ia meninggal dunia setelah tujuh tahun mengidap penyakit Parkinson.[pranala nonaktif permanen][4][5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Sugono, D., dkk., ed. (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern (PDF). Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 71. ISBN 979-685-308-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Haricahyono 1987, hlm. 102.
  3. ↑ Haricahyono 1987, hlm. 103.
  4. ↑ Wuragil, Zacharias (2019-05-18). "Meninggal Karena Parkinson, Begini Bur Rasuanto Dikenang Keluarga". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-01.
  5. ↑ MEDIA, PT AKURAT SENTRA (2019-05-15). "Sastrawan dan Mantan Wartawan Bur Rasuanto Telah Tiada". akurat.co. Diakses tanggal 2021-06-01.

Daftar pustaka

  • Haricahyono, Cheppy (1987). Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan