Sabtu, 24 Oktober 2026
22:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Buntut-duri letitia

Buntut-duri letitia

Spesies burung

Bagikan:
Buntut-duri letitia
250px-Discosura_letitiae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi oleh John Gould
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Klad: Strisores
Ordo: Apodiformes
Famili: Trochilidae
Genus: Discosura
Spesies:
D. letitiae
Nama binomial
Discosura letitiae
(Bourcier & Mulsant, 1852)
Sinonim

Popelairia letitiae (Bourcier & Mulsant, 1852)

Buntut-duri letitia
250px-Discosura_letitiae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Illustration by John Gould
CITES Apendiks II (CITES)[3]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Klad: Strisores
Ordo: Apodiformes
Famili: Trochilidae
Genus: Discosura
Spesies:
D. letitiae
Nama binomial
Discosura letitiae
(Bourcier & Mulsant, 1852)
Sinonim

Popelairia letitiae (Bourcier & Mulsant, 1852)

Buntut-duri letitia[4] (Discosura letitiae) adalah spesies burung kolibri yang sangat kurang dipelajari dalam tribus Lesbiini dari subfamili Lesbiinae.[5][6] Nama spesies ini diambil dari nama Letizia del Gallo Roccagiovine (1848–1863), cucu dari ahli ornitologi Charles Bonaparte.[7]

Deskripsi

Graves mendeskripsikan spesimen-spesimen buntut-duri letitia, namun mencatat bahwa ia mengamati warna kolibri tersebut bedasarkan pencahayaan dan sudut pandang pengamat. Mahkotanya berwarna hijau keemasan cemerlang yang berbaur dengan hijau perunggu gelap di bagian punggung dengan sedikit kilauan perunggu tembaga. Bagian punggung bawah dilintasi oleh pita putih sempit di bawahnya terdapat pantat berwarna merah tembaga hingga ungu tembaga dan bulu penutup ekor bagian atas berwarna hijau perunggu. Dagu dan dada bagian atas berwarna hijau keemasan seperti mahkota dengan pita dada pucat yang menyebar di bawahnya. Garis tengah dada bagian bawah berwarna hijau perunggu dengan bintik-bintik merah tembaga. Perut bagian bawah dan sisi tubuh berwarna putih kekuningan hingga keabu-abuan, kloaka berwarna abu-abu gelap, dan bulu penutup ekor bagian bawah berwarna hijau gelap dengan ujung kemerahan. Satu spesimen tidak memiliki bulu ekor tengah; spesimen lainnya memiliki bulu ekor tengah berwarna hijau perunggu dengan ujung hitam lebar. Bulu ekor lainnya berwarna hitam kecoklatan. Bulu ekor semakin panjang dari bagian terdalam ke bagian terluar, tetapi bulu terluar tidak sepanjang pada spesies burung ekor berduri lainnya.[8]

Referensi

  1. 1 2 BirdLife International (2023). "Discosura letitiae". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2023 e.T22687265A221328901. doi:10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T22687265A221328901.en.
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  4. ↑ "Avibase - Daftar-pembanding Burung Sedunia - South America". avibase.bsc-eoc.org. Birds Canada.
  5. ↑ Gill, F.; Donsker, D.; Rasmussen, P., ed. (Januari 2022). "Hummingbirds". IOC World Bird List. v 12.1. Diakses tanggal Januari 15, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ HBW and BirdLife International (2020) Handbook of the Birds of the World and BirdLife International digital checklist of the birds of the world Version 5. Available at: http://datazone.birdlife.org/userfiles/file/Species/Taxonomy/HBW-BirdLife_Checklist_v5_Dec20.zip [.xls zipped 1 MB] retrieved May 27, 2021
  7. ↑ Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson, Michael (2014). The Eponym Dictionary of Birds (Edisi 1. Aufl). London u.a: Bloomsbury Publ. ISBN 978-1-4729-0573-4.
  8. ↑ Graves, G.R. (1999). "Taxonomic notes on hummingbirds (Aves: Trochilidae) 2. Popelairia letitiae (Bourcier & Mulsant, 1852) is a valid species". Proceedings of the Biological Society of Washington. 112 (4): 804–812. Diakses tanggal Januari 24, 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan