Sabtu, 03 Oktober 2026
12:17 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Bunkobon

Bunkobon

format buku Jepang

Bagikan:
250px-Comparison_of_Tank%C5%8Dbon_and_Bunkobon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan ukuran antara tankōbon (bawah) dan bunkobon (atas).

Di Jepang, bunkobon (文庫本) adalah sebutan bagi buku bersampul kertas yang dicetak dengan ukuran kecil, dirancang agar dapat diproduksi dengan harga terjangkau dan hemat tempat. Sebagian besar bunkobon berukuran A6 (105×148mm atau 4.1"×5.8"). Bunkobon biasanya memiliki sampul berjaket dengan ilustrasi sebagai pelapis sampul kertas polos.

Kata bunkobon berasa dari nama penerbit Iwanami Shoten, yang pada tahun 1927 meluncurkan Iwanami Bunko (terj. har. Perpustakaan Iwanami), serangkaian karya internasional yang bertujuan "membawa karya klasik, baik baru dan lama, ke khalayak umum seluas-luasnya."[1]

Format bunkobon mulai berkembang pada akhir tahun 1920-an, seiring dengan berkembangnya teknologi percetakan yang mampu memproduksi buku dan majalah murah dalam skala besar. Selama periode ini, industri Jepang mengembangkan lebih lanjut format bunkobon berdasarkan format buku Universal-Bibliothek Jerman Reclam.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Shockey, Nathan (2019-12-16). The Typographic Imagination: Reading and Writing in Japan's Age of Modern Print Media (dalam bahasa Inggris). Columbia University Press. hlm. 59–62. doi:10.7312/shoc19428. ISBN 978-0-231-55074-1. S2CID 213248092.
  2. ↑ Kamei-Dyche, Andrew T. (2011). "The History of Books and Print Culture in Japan: The State of the Discipline". Book History (dalam bahasa Inggris). 14 (1): 270–304. doi:10.1353/bh.2011.0008. ISSN 1529-1499. S2CID 162397590.
Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan