Kamis, 08 Oktober 2026
15:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Katang kepala merah

Katang kepala merah

Spesies ular berbisa

Bagikan:
Welang kepala-merah
250px-Red-headed_Krait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Bungarus
Spesies:
B. flaviceps
Nama binomial
Bungarus flaviceps
250px-Bungarus_flaviceps_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim[3]
  • Megærophis flaviceps – Günther, 1864

Katang kepala-merah (Bungarus flaviceps) adalah spesies katang yang endemik di Asia Tenggara. Sebutan "katang kepala-merah" mengacu pada warna kepalanya yang kemerah-merahan. Sebutannya dalam bahasa inggris, Red-headed krait, juga mengacu pada ciri-ciri tersebut.

Deskripsi

250px-Bungarus_flaviceps.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Panjang tubuh katang kepala-merah berkisar antara 1.2 sampai 1.5 meter, dan paling panjang mencapai 2.1 meter.[4][5] Kepala dan ekornya berwarna merah cerah. Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna hitam dan dihiasi dengan garis berwarna putih kebiruan di sepanjang sisi badannya.[6] Bagian bawah tubuhnya (ventral) berwarna keputihan. Pewarnaan ular ini nyaris mirip dengan ular cabai besar (Calliophis bivirgatus), tetapi pada ular cabai besar, ventralnya berwarna kemerahan.[7]

Sisik-sisik (scalation) dorsal tersusun sebanyak 13 baris di bagian tengah badan, dengan sisik-sisik vertebral (paling atas) berukuran lebih besar dibandingkan sisik dorsal lainnya. Sisik ventral pada ular jantan sebanyak 220 sampai 236 buah, sedangkan pada ular betina sebanyak 193 sampai 217 buah. Sisik subkaudal tidak terbagi, berjumlah 47 sampai 53 sisik pada ular jantan, dan 42 sampai 54 sisik pada ular betina.[8]

Penyebaran dan habitat

Katang kepala-merah tersebar di Myanmar selatan, Thailand selatan, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan kemungkinan juga kepulauan di sekitarnya).[8]

Habitat utamanya adalah hutan dataran rendah hingga ketinggian 900 meter. Ular ini jarang ditemukan di sekitar pemukiman manusia.[5][7]

Perilaku

Katang kepala merah adalah ular yang aktif pada malam hari (nokturnal) dan berkelana tidak jauh dari sumber air. Makanan utamanya adalah ular jenis lain yang lebih kecil darinya. Selain ular lain, ular ini juga memangsa kadal, kodok, dan beberapa hewan kecil lainnya. Seperti jenis katang lainnya, ular ini bukan ular yang agresif. Jika merasa terganggu, ular ini lebih memilih untuk menyembunyikan kepalanya di bawah gulungan badannya. Akan tetapi, saat malam hari, ular ini menjadi sangat aktif dan berbahaya.[9]

Bisa

Seperti jenis katang lainnya, katang kepala-merah adalah ular berbisa yang sangat mematikan, tetapi kasus gigitan ular ini sangat jarang.[10] Bisa ular ini bersifat neurotoksin (mampu melumpuhkan jaringan saraf), korban gigitan ular ini akan mengalami gejala paralisis, kesulitan bernapas, dan jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kematian.[9]

Referensi

  1. ↑ Grismer, L.; Chan-Ard, T. (2012). "Bungarus flaviceps". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2012 e.T192075A2036609. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T192075A2036609.en. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Reinhardt, J.T. (1843). Beskrivelse af Nogle Nye Slangearter. Det Kongelige Danske videnskabernes Selskabs Skrifter 10:233–279.
  3. ↑ Bungarus flaviceps di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 28 February 2020.
  4. ↑ U.S. Department of the Navy (1991). Poisonous Snakes of the World. hlm. 121. ISBN 0-486-26629-X.
  5. 1 2 Snakes od Thailand – Krait Diarsipkan 2015-07-15 di Wayback Machine. Siam-info.com. Retrieved on 2013-01-03.
  6. ↑ Tan NH, Fung SY, Ponnudurai G (2010). "Enzymatic and immunological properties of 'Bungarus flaviceps' (red-headed krait) venom". Journal of Venomous Animals and Toxins Including Tropical Diseases. 16 (1): 147–154. doi:10.1590/S1678-91992010005000009.
  7. 1 2 Ular Asli Indonesia: Ular Kepala Merah (Bungarus flaviceps)
  8. 1 2 Bungarus flaviceps di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 17 Januari 2020.
  9. 1 2 Sterling E, Hurley M (2006). Vietnam: a natural history. hlm. 303–304. ISBN 0-300-10608-4.
  10. ↑ "Red-headed krait". Naturemalaysia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2012. Diakses tanggal 1 Maret 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Loveridge, 1938 : New snakes of the genera Calamaria, Bungarus and Trimeresurus from Mt. Kinabalu, North Borneo. Proceedings of the Biological Society of Washington, vol. 51, p. 43-46 (lihat teks).
  • Reinhardt, 1843 : Beskrivelse af nogle nye Slangearter. Det Kongelige Danske videnskabernes Selskabs Skrifter, vol. 10, p. 233-279 (lihat teks).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan