Sabtu, 26 September 2026
10:28 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Kembang api

Kembang api

500px-OperaSydney-Fuegos2006-342289398.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sydney memiliki salah satu perayaan Tahun Baru terbesar di dunia.
250px-Firework_Yodogawa_Osaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kembang api di Yodogawa, Osaka, Jepang

Kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. Pertunjukan kembang api umum di seluruh dunia dan merupakan titik pertemuan banyak pesta kultural dan religius.

Sejarah

Kembang api pertama kali ditemukan di Tiongkok kuno sekitar abad ke-2 SM. Awalnya, mereka menggunakan batang bambu yang meledak ketika dipanaskan karena udara di dalamnya mengembang. Orang Tiongkok percaya suara ledakan ini bisa mengusir roh jahat.[1] Pada abad ke-7 hingga ke-10 M, seorang alkemis Tiongkok menciptakan bubuk mesiu dengan mencampur kalium nitrat, sulfur, dan arang. Bubuk mesiu ini digunakan untuk menciptakan kembang api buatan dengan memasukkannya ke dalam bambu atau tabung kertas.[1] Pada masa Dinasti Song (960-1279), kembang api sebagai produk sampingan dari bubuk mesiu mulai digunakan sebagai alat perayaan.[2] Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api. Tiongkok adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.

Kembang api dibawa ke Eropa pada abad ke-13. Pada abad ke-15, kembang api mulai digunakan secara luas untuk acara-acara keagamaan dan hiburan umum. Orang Italia menjadi pelopor dalam memproduksi kembang api di Eropa, dan para penguasa Eropa menggunakannya untuk perayaan dan menarik perhatian rakyat mereka.[1]

Pembuatan

Kembang api dibuat dari berbagai bahan kimia. Warna-warna yang dihasilkan merupakan kombinasi yang rumit dari berbagai bahan kimia. Unsur yang sering digunakan untuk pembuatan kembang api antara lain adalah magnesium, natrium, fransium, litium, boron, kalium, kalsium dan berbagai oksidator.

Referensi

  1. 1 2 3 "History of Fireworks". www.americanpyro.com. Diakses tanggal 2024-12-26.
  2. ↑ "The History of Fireworks: From Ancient China to the Present Day". History Hit (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-12-26.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fireworks.
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan