Jumat, 16 Oktober 2026
03:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Buke shohatto

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2016)

Buke shohatto (武家諸法度, arti harfiah: Berbagai Petunjuk Hukum untuk Keluarga-Keluarga Kesatria) adalah sebuah koleksi maklumat (dekret) yang dikeluarkan oleh Keshogunan Tokugawa di Jepang, yang mengatur aktivitas dan tanggung-jawab bagi para daimyo (tuan tanah feodal) dan para bangsawan kesatria samurai lainnya. Ini merupakan dasar dari bakuhan taisei (sistem keshogunan-domain) yang menjadi dasar dari rezim Tokugawa. Isi dekret dipandang sebagai kode perilaku, suatu deskripsi perilaku yang tepat untuk seorang daimyo terhormat, dan bukan semata-mata hukum yang harus ditaati. Dengan menghubungkannya dengan pemahaman terhadap kode moralitas dan kehormatan, keshogunan dapat membuat keputusannya dilaksanakan, terlepas dari ketidakmampuan untuk menegakkannya secara langsung.

Dekret ini pertama kali dibacakan oleh shogun Tokugawa Ieyasu yang telah mengundurkan diri. dalam sebuah pertemuan para daimyo di Puri Fushimi pada bulan lunar ketujuh tahun 1615. Isi dekret telah disusun oleh sejumlah sarjana yang bekerja untuk kepentingan syogun (termasuk Ishin Sūden), dengan tujuan utama untuk membatasi kekuasaan para daimyo dan melindungi kontrol syogun atas negara. Isi dekret mengambil secara ekstensif dari teks-teks klasik Cina, dan kode-kode hukum Jepang sebelumnya.

Syogun Tokugawa Hidetada yang sedang berkuasa waktu itu dan putra Ieyasu, tak lama kemudian secara resmi menetapkan dekret ini. Para syogun selanjutnya masing-masing secara resmi menetapkan kembali dekret ini, dan memperkuat pembatasan atas daimyo dan serta pengendalian yang dimiliki oleh keshogunan. Setelah melewati beberapa generasi, aturan-aturan yang ada kemudian berkembang dan berubah secara signifikan.

Referensi

  • Hall, John Carey. (1910). The Tokugawa Legislation. Yokohama. pp. 286–319 Diarsipkan 2009-03-03 di Wayback Machine. Accessed 30 July 2007.
  • Sansom, George (1961). "A History of Japan: 1334–1615." Stanford, California: Stanford University Press, pp. 401–6.
  • Sansom, George (1963). "A History of Japan: 1615–1867." Stanford, California: Stanford University Press.
  • Hall, John Whitney (1991). Cambridge History of Japan, Volume 4. New York: Cambridge University Press. ISBN 0-521-22355-5.


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan