Kamis, 15 Oktober 2026
08:02 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Bubur lambuk

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Maret 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Bubur lambok. (Diskusikan) Diusulkan sejak Maret 2025.

Malaysia memiliki hubungan erat dengan Indonesia, baik dari segi geografis maupun budaya. Salah satu kesamaan yang mencolok adalah mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh keistimewaan. Di Malaysia, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menikmati berbagai kuliner khas berbuka puasa. Salah satu hidangan yang menjadi ikon berbuka puasa di Malaysia adalah bubur lambuk.[1]

Tradisi Bubur Lambuk di Malaysia

Bubur lambuk merupakan bubur khas Malaysia yang secara tradisional disajikan saat bulan Ramadhan. Hidangan ini dibuat dari beras yang dimasak dengan daging sapi, udang, serta berbagai jenis sayuran dan rempah-rempah khas, sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan lezat, terutama ketika dinikmati dalam keadaan hangat.[1][2]

Tradisi membagikan bubur lambuk secara gratis di masjid-masjid telah berlangsung selama bertahun-tahun. Salah satu tempat yang paling terkenal dengan bubur lambuknya adalah Masjid Jamek Kampung Baru di Kuala Lumpur. Masjid ini telah mempertahankan tradisi memasak dan mendistribusikan bubur lambuk kepada masyarakat selama lebih dari 100 tahun. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya kuliner Malaysia, tetapi juga simbol solidaritas dan kebersamaan selama bulan Ramadhan.[3]

Fenomena Budaya dan Antusiasme Masyarakat

Setiap sore selama Ramadhan, bubur lambuk dibagikan secara gratis di berbagai masjid, termasuk di Kampung Baru. Pembagian bubur ini biasanya dilakukan setelah shalat Ashar, sekitar pukul 5 sore. Uniknya, antrean panjang yang terbentuk untuk mendapatkan bubur lambuk tidak hanya terdiri dari penduduk Melayu yang beragama Islam, tetapi juga dari berbagai latar belakang etnis dan agama, seperti masyarakat Tionghoa dan India. Hal ini mencerminkan nilai inklusivitas dan kebersamaan dalam budaya Malaysia.[2]

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, juga diketahui sebagai salah satu penggemar bubur lambuk Kampung Baru. Dalam salah satu pernyataannya, ia pernah mengungkapkan bahwa menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan bubur ini mungkin terasa melelahkan, tetapi semua usaha tersebut terbayar ketika tiba waktu berbuka puasa dan menikmati bubur lambuk bersama keluarga atau komunitas.[2][4]

Bubur Lambuk di Masa Pandemi

Selama pandemi COVID-19, tradisi pembagian bubur lambuk di masjid sempat mengalami pembatasan. Departemen Agama Islam Wilayah Federal (JAWI) Malaysia mengeluarkan kebijakan yang melarang pelaksanaan buka puasa di masjid dan membatasi distribusi makanan untuk mencegah penyebaran virus. Namun, dengan semakin membaiknya situasi, Masjid Jamek Kampung Baru telah kembali melanjutkan tradisi berbagi bubur lambuk kepada masyarakat.[5]

Rujukan

  1. 1 2 "Mengenal Bubur Lambuk, Sajian Khas Ramadhan Negeri Jiran". Republika Online. Diakses tanggal 2025-03-05.
  2. 1 2 3 "Mengenal Bubur Lambuk, Sajian Berbuka Puasa Khas dari Malaysia". kumparan. Diakses tanggal 2025-03-05.
  3. ↑ www.astroawani.com https://www.astroawani.com/berita-malaysia/masjid-jamek-kampung-baru-sedia-4-000-bubur-lambuk-sehari-462015. Diakses tanggal 2025-03-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. ↑ Aidil (2022-04-18). "GERAKAN Hulu Selangor sumbang 150kg beras untuk menjayakan bubur lambuk". GERAKAN (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-03-05.
  5. ↑ www.astroawani.com https://www.astroawani.com/berita-malaysia/agihan-bubur-lambuk-secara-pandu-lalu-patuhi-sop-covid-19-293414. Diakses tanggal 2025-03-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan