Sabtu, 31 Oktober 2026
07:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bu Jiang

Bagikan:
Bu Jiang

120px-Xia_Dynasty_pottery_zun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sebuah bejana dari Dinasti Xia
Hanzi: 不降
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Bù Jiàng
Ayahanda: Xie
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Bu Jiang (1890 –1831 SM) (不降) merupakan raja kesebelas semi legendaris Dinasti Xia.[1] Ia memerintah selama 59 tahun.[2][3][4]

Keluarga

Bu Jiang adalah putra Xie[5] dan istrinya dan dengan demikian cucu Raja Máng dan saudara Raja Jiōng.[6]

Istrinya tidak diketahui dan diduga ia memiliki beberapa selir. Putranya bernama Raja Kǒng Jiǎ dan keponakannya adalah Jin dari Xia.[7]

Biografi

Bu Jiang dianggap sebagai salah satu raja Xia yang paling bijaksana.[8]

Menurut Sejarah Bambu, pada tahun keenam pada masa pemerintahannya, ia memerangi Jiuyuan.[9][10]

Pada tahun ketiga puluh lima pada masa pemerintahannya, negara vasalnya Shang mengalahkan Pi (皮氏).

Pada tahun kelima puluh sembilan pada masa pemerintahannya, ia menyerahkan takhtanya kepada adiknya Jiong. Bu Jiang meninggal 10 tahun kemudian.

Sumber

  1. ↑ Milton Walter Meyer: China: A Concise History, page 126.
  2. ↑ Cioffi-Revilla, Claudio; Lai, David (1995). "War and Politics in Ancient China, 2700 B.C.E. to 722 B.C.E." The Journal of Conflict Resolution. 39 (3): 471–472. doi:10.1177/0022002795039003004.
  3. ↑ Lung, Rachel (2011), Interpreters in early imperial China, Amsterdam: John Benjamins Publishing Company, hlm. 5, ISBN 978-90-272-2444-6
  4. ↑ China at War: An Encyclopedia by Xiaobing Li
  5. ↑ A Cultural History of the Chinese Language by Sharron Gu
  6. ↑ Chronology of China rulers
  7. ↑ Chinese archaeological abstracts: prehistoric to Western Zhou by Albert E. Dien, Jeffrey K. Riegel, Nancy Thompson Price. Online version.
  8. ↑ Trình Doãn Thắng, Ngô Trâu Cương, Thái Thành, sách đã dẫn, tr 16
  9. ↑ David S. Nivison (1993), "Chu shu chi nien", Early Chinese Texts: a bibliographical guide (editor—Loewe M.) pp. 39–47 (Berkeley: Society for the Study of Early China).
  10. ↑ Kings of the Xia Dynasty
Bu Jiang
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Xie
Raja Xia
1890 SM – 1831 SM
Diteruskan oleh:
Jiong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan