Jumat, 09 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
British Aerospace Hawk 200

British Aerospace Hawk 200

Bagikan:
250px-BAE_Hawk_208_edited_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BAe Hawk 208 milik TUDM

British Aerospace Hawk 200 adalah pesawat tempur kursi tunggal, tunggal mesin multirole ringan dirancang untuk pertahanan udara, penolakan udara, anti-pengiriman, dukungan udara, dan serangan darat. Berbasis dari pesawat BAE Systems Hawk, Hawk 200 dikembangkan khusus untuk pasar ekspor.

Ini adalah varian yang paling mampu dari garis keluarga Hawk dalam hal pertempuran. Ciri khas Hawk 200 dibandingkan dengan varian Hawk lainnya adalah bagian hidung yang lebih lebar dan runcing, yang mengakomodasi radar Northrop Grumman AN/APG-66H, dan kanopi yang lebih pendek, menjadikannya satu-satunya varian Hawk yang benar-benar berkapasitas satu tempat duduk.[1]

Deskripsi

Hawk 200 merupakan pesawat berkursi tunggal yang diproduksi perusahaan Inggris, BAE System Hawk. Selama ini, Hawk 200 menetap di sejumlah pangkalan AU, salah satunya di Skuadron 12 Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Sebagai pesawat tempur, Hawk 200 memiliki spesialisasi untuk multi-peran dalan pertempuran ringan. Selain jadi pertahanan tangguh di udara, Hawk 200 juga memiliki kemampuan untuk menghancurkan pertahanan darat yang dimiliki musuh.

Pesawat tempur ini didesain untuk bisa melakukan sejumlah manuver di udara. Kecepatan saat terbang tercatat bisa mencapai Mach 0,88 dan saat menukik mampu mencapai Mach 1,15. Ini memungkinkan Hawk dijadikan pesawat latih bagi para pilot sebelum menjalani penerbangan supersonik. Mesin yang digunakan adalah Adour 871 twin-spool dengan low bypass ratio turbofan buatan Rolls Royce. Di kokpit pesawat, sudah dilengkapi dengan sistem pengendali Hands on Throttle and Stick (HOTAS). Ini memudahkan pilot untuk mengendalikan pesawat sekaligus melepaskan persenjataan.

Hawk 200 menggunakan radar canggih jenis APG 66, yang juga digunakan pesawat seperti F 16. Air refuelling probe juga digunakan Hawk 200, yang memungkinkannya untuk isi bahan bakar di udara untuk varian tertentu.

Sejumlah senjata canggih pun dilekatkan di Hawk 200. Misalnya saja rudal untuk menghantam pertahanan darat AGM 65 Maverivk, rudal anti-kapal Sea Eagle, serta Torpedo. Tapi Hawk 200 disebut tidak bisa membawa senapan mesin internal, jadi harus memasang senapan mesin di luar tubuh untuk dicantelkan di bagian tengah. Pesawat ini juga menggunakan kursi pelontar untuk mencegah keadaan darurat. Ini juga yang menyebabkan pilot pesawat yang jatuh di Pekanbaru berhasil selamat.

AU dikabarkan sudah menggunakan Hawk 100/200 sejak 1997 atau 1998. Adapun varian pesawat yang digunakan AU merupakan Hawk 209.

Sejarah operasional

Indonesia

250px-Hawk_209_TNI_Angkatan_Udara._Skadron_Udara_12.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hawk 209 milik TNI-AU dengan warna kamo hijau-coklat

Hawk merupakan pesawat jet latih interim untuk pesawat tempur jet generasi 4 seperti F-16 dan F-15 pabrikan General Dynamic. Pesawat ini menggunakan radar modern APG-66, khusus varian Mk 200, dan rudal AIM-9 Sidewinder. Hawk Mk 109/209 ialah kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia sejak tahun 1997 untuk TNI-AU. Pada 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53. Hawk Mk 209 dikhususkan mengemban misi penguasaan udara dan penyerang darat. Pesawat ini memiliki varian kokpit berkursi satu. Selama Krisis Timor Timur 1999, Indonesia mengerahkan pesawat Hawk 209 beserta 109 di Bandar Udara El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk mengawal penarikan pasukan Indonesia dari Timor Timur. Dalam dua kesempatan, pesawat ini dikerahkan untuk mencegat pesawat RAAF yang hendak terbang ke wilayah udara Indonesia yang bertujuan membantu separatis Timor Timur jika diperlukan. Sebuah Hawk 209 dan Hawk 109 dikerahkan untuk mencegat pesawat F/A-18 Hornet pada 16 September 1999 dan sepasang Hawk 209 dikerahkan untuk mencegat pesawat General Dynamics F-111 Aardvark yang terbang diatas langit Timor Timur dan Timor Barat.[2]

Namun pada 15 Juni 2020 lalu, salah satu pesawat TNI Angkatan Udara (AU) mengalami kecelakaan di Kampar, Riau. Diketahui pesawat jatuh tersebut diterbangkan oleh Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skuadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, jatuh di Kampar, Riau. Pesawat yang jatuh adalah model BAe Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209. Hawk Mk 109 / 209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997. Menurut situs resmi TNI Angkatan Udara, Bae Hawk 209 merupakan pesawat jet latih sebelum pilot mengendalikan pesawat tempur jet generasi 4 (F-16, F-15, dan lain-lain) menggunakan radar modern APG-66 ( khusus varian Mk 200 ) dan rudal AIM-9 Sidewinder. AIM-9 Sidewinder adalah sebuah rudal anti pesawat jarak pendek berpandu infra merah buatan Amerika Serikat. Senjata ini merupakan rudal udara-ke-udara paling populer di dunia, dan menjadi senjata standar bagi pesawat tempur buatan negara-negara NATO.[3]

Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk. Pesawat jet ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack sehingga cukup handal untuk digunakan penyerbuan di darat. Tercatat sejak dimasukan sejak 1997 hingga sekarang ini, praktis pesawat jet ini sudah beroperasi selama 23 tahun. Selama itu pula pesawat ini sudah melatih banyak pilot jet Indonesia yang siap untuk bertugas menjaga wilayah serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hingga saat ini belum diketahui penyebab resmi Hawk 209 tersebut bisa jatuh dan masih dalam tahap penyelidikan. Namun Pengamat penerbangan, Alvin Lie, memperkirakan bisa saja jatuh karena human error.

Skadron Udara 12 di Pekanbaru telah pensiunkan pesawat Hawk 209 pada 7 Januari 2026 dan direncanakan akan diganti dengan pesawat Dassault Rafale pada akhir bulan. Hawk yang tersisa dipindahkan ke Skadron Udara 1 yang berbasis di Pontianak.[4]

Malaysia

Pengunaan Hawk 208 dalam medan tempur terjadi pada 5 Maret 2013, ditengah Konflik Sabah 2013. 5 Hawk 208 beserta 3 F-18D Hornet milik Tentara Udara Diraja Malaysia dikerahkan untuk melakukan serangan udara terhadap tempat persembunyian dan markas kelompok teroris yang diduga berasal dari loyalis Kesultanan Sulu di Lahad Datu, Sabah untuk mempersiapkan serangan darat oleh Angkatan Darat Malaysia dan Kepolisian Kerajaan Malaysia.[5]

Hawk 208 terbang sebanyak 15 serangan, setiap Hawk 208 menjatuhkan bom Mark 82 di serangan pertama dan kemudian disusul oleh serangan roket CRV7 terhadap target darat pada serangan kedua dan ketiga.[6] Juru bicara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkapkan dalam wawancara telefon bahwa tujuan serangan tersebut adalah untuk "melunakkan medan perang sebelum pasukan bergerak masuk".[7]

Merek-Merek Otomotif yang Memproduksi Pesawat

Salin Bae Hawk asal Inggris yang memproduksi pesawat, ada sejumlah merek lainnya juga yang memproduksi pesawat. Bahkan untuk sejumlah merek otomotif yang ada di Indonesia ternyata beberapa ada yang pernah memproduksi pesawat, dan beberapa diantaranya masih aktif membuat pesawat. Seperti contoh saja Honda yang memulai produksi pesawat jet pada 1990 ketika rancangan awal HondaJet dibuat. Setelah proses pengembangan yang lama, pesawat light jet dengan kapasitas 4-6 penumpang lepas landas untuk pertama kalinya pada 2010, dan kemudian pengiriman pertama kepada pembeli terjadi pada tahun 2017. Kemudian ada juga Mitsubishi yang pada tahun 2015 memperkenalkan pesawat MRJ (Mitsubishi Regional Jet) di Singapore Air Show. Pesawat ini merupakan jet regional dengan mesin ganda dengan daya angkut 70-90 orang. Menariknya, pesawat berlogo tiga berlian ini ternyata dikembangkan bukan hanya oleh Mitsubishi tetapi bersama dengan Toyota. Nah yang cukup terkenal adalah Rolls-Royce memiliki peran besar dalam industri penerbangan. Merek asal Inggris inilah yang membuat mesin jet untuk pesawat Airbus dan Boeing modern. Mesin Trent yang dibuat Rolls-Royce bahkan disebut-sebut sebagai mesin propulsi jet paling populer di dunia.[8]

Varian

Hawk 203

Varian ekspor untuk Angkatan Udara Diraja Oman

Hawk 205

Varian ekspor untuk Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi

Hawk 208

Varian ekspor untuk Tentara Udara Diraja Malaysia

Hawk 209

Varian ekspor untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Operator

 Indonesia

 Malaysia

Referensi

  1. ↑ "BAe Hawk – Aircraft Recognition Guide". aircraftrecognitionguide.com. Diakses tanggal 12 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Newdick, Thomas (2 Desember 2020). "The Untold Story Of How Indonesian And Australian Jets Nearly Came To Blows Over East Timor". The War Zone. Diakses tanggal 15 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Yanti Nainggolan, Medcom (2020-06-15). "Mengenal BAe Hawk 209 yang Jatuh di Kampar". Medcom.id. Diakses tanggal 2020-07-15.
  4. ↑ Idon Tanjung; Krisiandi (7 Januari 2026). "Haru Saat Pesawat Tempur Hawk Tinggalkan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru..." Kompas.com. Diakses tanggal 8 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Security forces stay on full alert". The New Straits Times. 6 Maret 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Oktober 2013. Diakses tanggal 6 Maret 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "MalaysianMilitary". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 April 2015. Diakses tanggal 21 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "smh.com". 5 Maret 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2015. Diakses tanggal 21 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Ekawan Raharja, Medcom (2020-06-15). "Spesifikasi Bae Hawk 209, Pesawat yang Jatuh di Riau". Medcom.id. Diakses tanggal 2020-07-17.
  9. 1 2 "World Air Forces 2026". flightglobal.com. Diakses tanggal 8 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 "Sipri Arms Transfer". armstransfers.sipri.org. Diakses tanggal 15 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai BAE Hawk.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan