Selasa, 20 Oktober 2026
01:02 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Brihadratha

Bagikan:
Brihadratha
Pendiri Dinasti Brihadratha
PenerusJarasandha
AyahUparichara Vasu
IbuGirika
KeturunanJarasandha dan Putri Sasireka
DinastiBrihadratha

Brihadratha (Sanskerta: बृहद्रथ; IAST: Bṛhadratha), juga dikenal sebagai Maharatha, adalah penggagas dinasti Barhadratha, dinasti penguasa Magadha. Menurut Mahabharata dan Purana, dia adalah anak tertua dari lima putra Vasu, raja Kuru dari Chedi[1] dan ratunya Girika. Nama Brihadratha juga ditemukan dalam Regweda (I.36.18, X.49.6).[2]Dia memiliki seorang putri bernama Sasireka yang merupakan istri dari Drestadyumna.

Nama

Nama ini merupakan kombinasi dari bṛhat yang berarti 'hebat' atau 'besar', dan ratha yang berarti 'kereta'. Oleh karena itu nama Brihadratha (Sanskerta: बृहद्रथ; IAST: Bṛhadratha) dapat dianggap berarti "seseorang dengan kereta besar/hebat".

Kehidupan

Brihadratha mendirikan dinastinya di Magadha. Ripunjaya adalah yang terakhir dalam garis keturunannya, yang dibunuh oleh menterinya pada abad ke-VI SM.[3]

Semua Purana menyebut saudara perempuannya Amna, sebagai penggantinya. Kushagra digantikan oleh putranya Vrishava (atau Rishava). Pushpavanta (atau Pushyavanta atau Punyavanta) adalah putra Vrishava. Pushpavanta digantikan oleh putranya Satyahita (atau Satyadhrita). Putra Satyahita adalah Sudhanvana (atau Sudharmana, Dharmatma, atau Dhanusha). Dhanusha digantikan oleh putranya Sarva (atau Urja atau Jatu atau Jahu atau Jantu). Sarva digantikan oleh putranya Sambhava. Menurut Agni Purana, Sambhava digantikan oleh putranya Jarasandha,[4] raja prajurit terkenal yang disebutkan dalam Mahabharata. Namun, semua daftar silsilah Purana lainnya menyebutkan nama Brihadratha lagi antara Jantu dan Jarasandha atau Sambhava dan Jarasandha. Jarasandha digantikan oleh putranya Sadewa yang terbunuh dalam Perang Kurukshetra.[1]

Daftar penguasa (skt. 1700–682 SM)

  • Brihadratha

(pendiri Dinasti Brihadratha)

(Raja terhebat Dinasti Brihadratha)

(putra Jarasandha)

  • Somadhi (1661–1603 SM)
  • Srutasravas (1603–1539 SM)
  • Ayutayus (1539–1503 SM)
  • Niramitra (1503–1463 SM)
  • Sukshatra (1463–1405 SM)
  • Brihatkarman ( 1405–1382 SM)
  • Senajit ( 1382–1332 SM)
  • Srutanjaya ( 1332–1292 SM)
  • Vipra (1292–1257 SM)
  • Suchi (1257–1199 SM)
  • Kshemya (1199–1171 SM)
  • Subrata (1171–1107 SM)
  • Dharma ( 1107–1043 SM)
  • Susuma (1008–970 SM)
  • Dridhasena (970–912 SM)
  • Sumati (912–879 SM)
  • Subala (879–857 SM)
  • Sunita (857–817 SM)
  • Satyajit (817–767 SM)
  • Viswajit (767–732 SM)
  • Ripunjaya (732–682 SM),

(Ripunjaya raja terakhir Dinasti Brihadratha, dibunuh oleh menterinya Pulika, Pradyota adalah putra Pulika.)

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Misra, V.S. (2007). Ancient Indian Dynasties, Mumbai: Bharatiya Vidya Bhavan, ISBN81-7276-413-8, pp.129–36
  2. ↑ Raychaudhuri, H.C. (1972). Political History of Ancient India, Calcutta: University of Calcutta, p.102
  3. ↑ Sen 1999, hlm. 112.
  4. ↑ Gopal, Madan (1990). K.S. Gautam (ed.). India through the ages. Publication Division, Ministry of Information and Broadcasting, Government of India. hlm. 80.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan