Sabtu, 31 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Brian Acton

Bagikan:
Brian Acton
Lahir1972 (umur 53–54)
Michigan, Amerika Serikat
AlmamaterUniversitas Stanford
PekerjaanPendiri Whatsapp
Pendiri Signal Foundation
OrganisasiSignal Foundation
Dikenal karenaMendirikan WhatsApp bersama Jan Koum tahun 2009

Brian Acton (lahir 1972) adalah programer komputer dan pengusaha Internet Amerika Serikat. Ia bersama Jan Koum merupakan pendiri WhatsApp,[1] aplikasi pesan bergerak yang diakuisisi Facebook Inc. dengan nilai US$19 miliar pada Februari 2014. Ia sebelumnya bekerja di Yahoo Inc.

Pendidikan dan karier awal

Acton lahir di Michigan dan dibesarkan di Florida Tengah.[2] Ia merupakan lulusan Lake Howell High School. Ia kemudian lulus dari jurusan ilmu komputer Universitas Stanford pada tahun 1994.[3] Acton sebelumnya kuliah di Universitas Central Florida dan Universitas Pennsylvania.[butuh rujukan] Pada tahun 1992, ia menjadi pengurus sistem di Rockwell International, kemudian penguji produk di Apple Inc. dan Adobe Systems. Tahun 1996, ia diterima sebagai karyawan ke-44 Yahoo Inc.

Yahoo

Pada tahun 1998, Jan Koum dipekerjakan oleh Yahoo sebagai teknisi infrastruktur. Tidak lama kemudian, ia bertemu Acton ketika masih bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.[4] Selama sembilan tahun berikutnya, mereka bekerja di Yahoo. Acton menanam modalnya di sektor teknologi informasi dan kehilangan jutaan dolar setelah gelembung dot-com pecah tahun 2000. Pada September 2007, Koum dan Acton keluar dari Yahoo dan cuti selama satu tahun. Mereka keliling Amerika Selatan dan bermain frisbee. Keduanya pernah melamar di Facebook, tetapi ditolak. Bulan Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store yang kala itu baru berusia tujuh bulan akan menjadi perintis industri aplikasi. Ia mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan membahas tentang pengembangan aplikasi.[4] Koum memilih nama WhatsApp karena terdengar seperti kata “what’s up”. Satu minggu kemudian, pada hari ulang tahunnya tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc. di California.[4]

WhatsApp

Artikel utama: WhatsApp

Pada tahun 2014, Koum dan Acton sepakat untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai $19 miliar USD dalam bentuk tunai dan saham.[3] Forbes memperkirakan bahwa Acton memegang lebih dari 20% saham perusahaan sehingga kekayaan bersihnya mencapai kurang lebih $3,8 miliar.[5] Menurut akun Twitter pribadi Acton, lamaran kerjanya pernah ditolak oleh Twitter dan Facebook pada tahun 2009.[3]

Referensi

  1. ↑ "Brian Acton". Forbes.
  2. ↑ Zuckerberg Bonded With WhatsApp CEO Over Coffee and Dinners
  3. 1 2 3 Wood, Zoe (Februari 20, 2014). "Facebook turned down WhatsApp co-founder Brian Acton for job in 2009". The Guardian. Diakses tanggal 21 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Parmy Olson (Februari 19, 2014). "Exclusive: The Rags-To-Riches Tale Of How Jan Koum Built WhatsApp Into Facebook's New $19 Billion Baby". Forbes. Diakses tanggal Februari 20, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Mac, Ryan (Februari 19, 2014). "WhatsApp Founders Become Billionaires In $19 Billion Facebook Deal". Forbes. Diakses tanggal 21 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan