Sabtu, 24 Oktober 2026
03:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Bo Yikao

Bo Yikao

Bagikan:
250px-Ping_Sien_Si_-_046_Bo_yi_kao_%2815947992030%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bo Yikao

Bo Yikao merupakan putra tertua Raja Wen dari Zhou dan kakanda Raja Wu yang merupakan pendiri Dinasti Zhou di Tiongkok kuno. Sebagai anggota keluarga Wangsa Zhou, nama marganya adalah Ji (姬). "Bo" menunjukkan statusnya sebagai putra tertua ayahandanya. "Yikao" mungkin adalah nama pribadinya atau nama anumerta yang digunakan untuk tujuan ritual.

Diketahui bahwa dia tidak mewarisi kerajaan ayahandanya di sepanjang Sungai Wei. Berdasarkan hukum warisan dan legenda Tiongkok kemudian, biasanya diperkirakan bahwa dia telah meninggal lebih dulu dari ayahandanya. Kisah-kisah seperti Fengshen Yanyi menyalahkan Raja Zhou, penguasa terakhir Dinasti Shang, dan catatan kuno tentang kematiannya diambil oleh para ahli hukum Tiongkok kemudian sebagai contoh pertama Lingchi ("kematian dengan seribu luka").[1] Tetapi, bagian-bagian dalam Kitab Ritus[2][3] dan Huainanzi[4] beranggapan bahwa warisan Raja Wu hanya mewakili penyimpangan atau bahkan tradisi yang lebih tua di antara Zhou yang mewariskan putra tertua. (Dalam catatan kuno, pamanda kakek Bo Yikao Taibo juga lebih memilih seorang putra yang lebih muda sebagai pewaris.[5])

Referensi

  1. ↑ Brook, Timothy & al. Death by a Thousand Cuts, p. 88. Harvard Univ. Press, 2008. ISBN0674027736, 9780674027732. Accessed 4 Nov 2012.
  2. ↑ Kitab Ritus, Tan Gong I, 1. Accessed 4 Nov 2012.
  3. ↑ Ing, Michael D.K. The Dysfunction of Ritual in Early Confucianism, pp. 98 f. Oxford Univ. Press, 2012. ISBN0199924910, 9780199924912. Accessed 4 Nov 2012.
  4. ↑ Huainanzi, 13.3.
  5. ↑ Chen, Jack W. The Poetics of Sovereignty, p. 31. Harvard Univ. Press, 2010. ISBN0674056086, 9780674056084. Accessed 4 Nov 2012.
Karakter
Fiksi
Historis
Duabelas Dewa Abadi Emas
Empat Murid Utama Jiejiao
Dewa
Televisi
Film
Permainan video
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan