Rabu, 07 Oktober 2026
11:10 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Bo Ya

Bo Ya

Bagikan:
330px-Boya.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mural Bo Ya sedang bermain guqin di Galeri Panjang, Istana Musim Panas, Beijing

Bo Ya atau Boya (伯牙, 387-299 SM[1] adalah seorang musisi Tiongkok. Dia adalah seorang pemain guqin pada masa Musim Semi dan Gugur atau Negara-negara Berperang. Ia dikenal dengan nama "Boya", nama marganya mungkin Yu (俞), sehingga nama lengkapnya kadang-kadang ditulis Yu Boya (俞伯牙). Teras guqin di Hanyang, Wuhan, menurut kisahnya adalah tempat musisi Yu Boya biasa bermain guqin. Dia terkenal dengan kisah potongan permainan guqin-nya yang kemudian diberi judul Gao Shan "高山" ("gunung tinggi") dan Liu Shui "流水" ("air yang mengalir").

Dalam kitab Liezi, Lie Yukou menulis:

"Bo Ya pandai memainkan guqin, sedangkan Zhong Ziqi (sahabat Bo Ya) pandai mendengarkan guqin. Ketika Bo Ya menggambarkan pegunungan tinggi dalam permainannya, Zhong Ziqi akan berkata, 'Betapa menjulang tingginya, seperti Gunung Tai!' Ketika Bo Ya sedang menceritakan tentang air yang mengalir dalam permainannya, Zhong Ziqi akan berkata, 'Betapa luasnya sungai dan lautan!' Apa pun yang dipikirkan dan dimainkan oleh Bo Ya, Ziqi tidak pernah gagal memahami permainan musiknya. Bo Ya berkata, 'Luar biasa! Hatimu dan hatiku sama!' Ketika Ziqi meninggal dan setelah selesai acara penguburannya, Bo Ya mematahkan senar guqin-nya dan bersumpah tidak akan pernah memainkan guqin lagi. Berdasarkan kisah ini maka melodi guiqin-nya diberi judul Gao Shan "高山" ("gunung tinggi") dan Liu Shui "流水" ("air yang mengalir")."

Kisah Bo Ya menggambarkan pemahaman Tiongkok tentang persahabatan. Istilah kata Zhiyin (知音, secara harfiah "memahami nada suara") digunakan untuk menggambarkan seorang teman dekat dan simpatik.

Referensi

  1. ↑ Berthel, Ken. "How did Zheng Ziqi understand Bo Ya's Heart-Mind? Hetero-referential Aspects of Early Chinese Music Theory". Philosophy East and West.)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan