Selasa, 29 September 2026
08:53 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Bo Ya

Bo Ya

330px-Boya.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mural Bo Ya sedang bermain guqin di Galeri Panjang, Istana Musim Panas, Beijing

Bo Ya atau Boya (伯牙, 387-299 SM[1] adalah seorang musisi Tiongkok. Dia adalah seorang pemain guqin pada masa Musim Semi dan Gugur atau Negara-negara Berperang. Ia dikenal dengan nama "Boya", nama marganya mungkin Yu (俞), sehingga nama lengkapnya kadang-kadang ditulis Yu Boya (俞伯牙). Teras guqin di Hanyang, Wuhan, menurut kisahnya adalah tempat musisi Yu Boya biasa bermain guqin. Dia terkenal dengan kisah potongan permainan guqin-nya yang kemudian diberi judul Gao Shan "高山" ("gunung tinggi") dan Liu Shui "流水" ("air yang mengalir").

Dalam kitab Liezi, Lie Yukou menulis:

"Bo Ya pandai memainkan guqin, sedangkan Zhong Ziqi (sahabat Bo Ya) pandai mendengarkan guqin. Ketika Bo Ya menggambarkan pegunungan tinggi dalam permainannya, Zhong Ziqi akan berkata, 'Betapa menjulang tingginya, seperti Gunung Tai!' Ketika Bo Ya sedang menceritakan tentang air yang mengalir dalam permainannya, Zhong Ziqi akan berkata, 'Betapa luasnya sungai dan lautan!' Apa pun yang dipikirkan dan dimainkan oleh Bo Ya, Ziqi tidak pernah gagal memahami permainan musiknya. Bo Ya berkata, 'Luar biasa! Hatimu dan hatiku sama!' Ketika Ziqi meninggal dan setelah selesai acara penguburannya, Bo Ya mematahkan senar guqin-nya dan bersumpah tidak akan pernah memainkan guqin lagi. Berdasarkan kisah ini maka melodi guiqin-nya diberi judul Gao Shan "高山" ("gunung tinggi") dan Liu Shui "流水" ("air yang mengalir")."

Kisah Bo Ya menggambarkan pemahaman Tiongkok tentang persahabatan. Istilah kata Zhiyin (知音, secara harfiah "memahami nada suara") digunakan untuk menggambarkan seorang teman dekat dan simpatik.

Referensi

  1. ↑ Berthel, Ken. "How did Zheng Ziqi understand Bo Ya's Heart-Mind? Hetero-referential Aspects of Early Chinese Music Theory". Philosophy East and West.)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan