Sabtu, 24 Oktober 2026
03:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Blangpidie, Aceh Barat Daya

Blangpidie, Aceh Barat Daya

kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh

Bagikan:
Ibu kota kabupaten in Aceh, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Aceh, Indonesia
Blangpidie
Salah satu Pantai di Blang Pidie
Salah satu Pantai di Blang Pidie
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
KabupatenAceh Barat Daya
Peresmian ibu kota10 April 2002
Dasar hukumUU No. 4 Tahun 2002
Luas
 • Total473,88 km2 (182,97 sq mi)
Populasi
 (2022)
 • Total24.440 jiwa
 • Kepadatan51,57/km2 (133,6/sq mi)
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode area telepon+62 659
Blangpidie
Blang-Pidië
250px-Bandara_Kuala_Batu%2C_Blang_Pidie_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandar Udara Kuala Batee
Koordinat: 3°45′N 96°51′E / 3.75°N 96.85°E / 3.75; 96.85
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
KabupatenAceh Barat Daya
Pemerintahan
 • CamatMeyza Firman, S.STP
Populasi
 • Total22,850 jiwa (2.016)[1]
20,084 jiwa (2.010)[2] jiwa
Kode pos
23764
Kode Kemendagri11.12.01 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1112030 Suntingan nilai di Wikidata
Luas473,88 km²[1]
Kepadatan48 orang/km² (2016)
Desa/kelurahan20 Gampong[3]
Peta interaktif
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Blangpidie%2C_Aceh_Barat_Daya&revid=29800158&groups=_db02a9367de628f296125a4585fa9deb461c4a06&parser=parsoid
250px-Pantai_Blang_Pidie_-_panoramio_-_hotmahtg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pantai di Blang Pidie

Blangpidie adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Indonesia.[3] Blangpidie merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya. Blangpidie berada pada bagian selatan pesisir Barat Aceh, dan dilewati jalan raya yang menghubungkan Banda Aceh - Medan, yakni sesudah Meulaboh dan sebelum Tapak Tuan. Blangpidie juga merupakan tempat pejuang kemerdekaan Teuku Ben Mahmud dilahirkan dan tempat pejuang kemerdekaan Teungku Peukan meninggal dunia dan dimakamkan.[4]

Etimologi

Banyak orang yang salah mengenali kota dagang ini sebagai Pidie, hal yang mungkin disebabkan oleh nama akhir yang sama dengan yang dimiliki oleh "Pidie" sendiri. Kata Blangpidie yang dulunya bernama Kuta Batee berasal dari dua kosakata, yaitu Blang (Bahasa Aceh; Sawah) dan Pidie (Salah satu kabupaten di Aceh). Menurut Haji Keuchik Nyak Abbas bin Keuchik Sabat (Mantan Keuchik Keude Siblah), disebut Blangpidie karena daerah ini dibangun di atas lahan sawah (Blang) di Kuta Batee yang dibina oleh koloni Pidie pimpinan Teuku Bentara Agam gelar Seri Si Muda Nyak Bentara dari Mukim Gampong Lhang Tijue, Pidie (kakek pahlawan Teuku Ben Mahmud bin Teuku Bentara Nyak Abbas bin Teuku Bentara Agam) yang merupakan keturunan Tok Lampoh Deue.

Pemerintahan

Daftar Gampong per Mukim

Demografi

Jumlah penduduk kecamatan Blangpidie pada tahun 2016 adalah 22.850 jiwa terdiri dari 11.338 laki-laki dan 11.512 perempuan dengan seks rasio 98,48 serta terbagi dalam 3.553 rumah tangga.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Kecamatan Blangpidie dalam angka 2018". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2017. Diakses tanggal 16-12-2018.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 130. Diakses tanggal 14 Juni 2019.
  3. 1 2 "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2018.
  4. ↑ Djamin, Aris Faisal; Nawafil, Rozal (2024). Teuku Bentara Mahmud Setia Radja : pahlawan besar perang Aceh. Banda Aceh: Aceh Culture And Education. ISBN 978-623-88864-3-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan