Senin, 12 Oktober 2026
02:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Bissu (pemeran)

Bissu (pemeran)

pemeran laki-laki asal Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Bissu" pemeran – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Bissu Usman
250px-Bissu_P%26K_Apr_1953_rear_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bissu pada tahun 1953
Lahir(1901-06-04)4 Juni 1901
Meninggal14 Desember 1974(1974-12-14) (umur 73)
PekerjaanAktor
Masa aktif1938 - 1974

Bissu Usman (4 Juni 1901 – 14 Desember 1974) adalah pemeran asal Indonesia. Ia dikenal luas oleh masyarakat pada era sejak tahun 1930-an hingga tahun 1970-an.

Keluarga

Ayahnya bernama Wonokromo. Sebetulnya ayahnya berasal dari Jawa, sebagai marsose ditempatkan di Aceh, maka itu Bissu lahir di situ. Selain sebagai marsose, ayahnya juga adalah peniup trompet pada zaman Hindia Belanda. Tapi kemudian dibesarkan di daerah Bogor, karena begitu ayahnya pensiun, memilih daerah tersebut untuk menetap. Bissu menikah dua kali dan memiliki 7 anak.[butuh rujukan]

Pendidikan

Bissu pernah duduk di HIS cuma sampai kelas 5 saja.[butuh rujukan]

Karier

Awal karier

Tahun 1918 bekerja di Algemeene Secretarie Bogor sebagai Sechrif Beamte. Tiga tahun kemudian berhenti karena tertarik pada kesenian Sunda, maka dijelajahinyalah pengalaman sebagai anggota dari rombongan Ubrug, Betok, Laes, Reog, Doger, Sandiwara Sunda. Kemudian meningkat mempelajari permainan di panggung Stamboel-Opera. Tahun 1925 mulai main di panggung sandiwara Cina Beng Goat Lauw pimpinan Ny. Ang Goat Nio alias Miss Noni. Dikelilinginya seluruh Jawa. Pindah ke Opera Stamboel Palestina pimpinan Sumampow, lalu ke Sinar Sari pimpinan Musa yang mangkal di Prinsen Park (sekarang Lokasari), tidak jauh dari studio film JIF.[butuh rujukan]

Dunia film

Dari situlah kemudian The Teng Chun menariknya menjadi pemain film produksinya. Pada filmnya yang pertama dan kedua, “Oh Iboe” dan “Tjiandjoer” (1938), Bissu sebagai pemeran utama, sejak munculnya Moch. Mochtar dalam “Alang-Alang” (1939), Bissu selalu muncul dalam peran penjahat. Dimasa pendudukan Jepang ia kembali ke sandiwara, lalu bergabung dengan rombongan hiburan Keimin Bunka Shidosho untuk menghibur tentara, romusha, dan lain-lain. Dan masa revolusi dilaluinya sebagai tukang loak.[butuh rujukan]

Setelah kemerdekaaan

Sejak tahun 1950 kembali main film, tetapi sudah tidak mendapat peranan yang cukup berarti. Ia main di studio film Persari dan Panah Mas. Dalam masa film berwarna belakangan ini pun tetap mendapat kesempatan, mesti tidak terlalu penting. Antara lain dalam "Tiada Maaf Bagimu"sebagai peminta-minta. Filmnya yang terakhir Nafsu Gila”(1974) dan Ratu Amplop”(1974).[butuh rujukan]

Penghargaan

Mendapat penghargaan dari Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1972.[butuh rujukan]

Kehidupan pribadi

Nama sebenarnya adalah Usman. Dia dipanggil Bissu kerana dia baru bisa berbicara ketika usianya menginjak 10 tahun. Menjelang akhir hayatnya seringkali ia mengungkapkan prestasinya bahwa dialah satu-satunya pemain yang tidak pernah punya rumah sendiri. Dari dulu hanya menumpang di rumah mertua.[butuh rujukan]

Filmografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan