
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional. |
Biopsikososial (BPS) adalah pendekatan yang mempertimbangkan interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosial dalam memahami kesehatan dan penyakit. Model ini menyatakan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh faktor psikologis seperti stres dan kepercayaan diri, serta faktor sosial seperti dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Model ini diperkenalkan oleh George Engel pada tahun 1977 dan telah menjadi dasar penting dalam dunia kesehatan modern, mendorong pendekatan kolaboratif dalam rehabilitasi dan perawatan kesehatan.[1][2]
Model biopsikososial menempatkan faktor biologis sebagai komponen penting untuk mengidentifikasi penyebab fisiologis suatu penyakit. Kendati demikian, kerangka BPS menegaskan bahwa gangguan fisik tidak pernah berdiri sendiri, melainkan harus berinteraksi dengan dimensi penentu lainnya, salah satunya adalah faktor psikologis. Melalui sudut pandang ini, tenaga kesehatan tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tetapi juga meneliti masalah mental mendasar yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit pasien, seperti depresi, pola pikir negatif, hingga minimnya pengendalian diri.[1]
Dimensi sosial
Dimensi sosial dalam model biopsikososial menganalisis penyakit dari sudut pandang sosiologis, di mana Engel menekankan bahwa faktor seperti status ekonomi, agama, teknologi, hingga sistem kepercayaan pribadi memegang peranan penting dalam memicu masalah kesehatan. Walaupun konsep yang menghubungkan pikiran dan tubuh ini makin populer serta melandasi berbagai program kebugaran hingga buku self-help, model BPS tidak lepas dari kritik. Para penentangnya menilai model ini memiliki kelemahan mendasar karena dianggap dapat mengurangi hak suara pasien atas pengobatannya sendiri, sekaligus menciptakan sekat ilmiah yang kaku antara faktor biologis dan psikologis.[2]
Referensi
- 1 2 "Apa itu Model Biopsikososial? - Förklarade". 2023-01-10. Diakses tanggal 2026-08-02.
- 1 2 "Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta". publikasi.mercubuana.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-02.