Kamis, 22 Oktober 2026
05:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Bija

Bagikan:

Dalam agama Hindu dan Buddha, bija (Dewanagari: बीज; ,IAST: bīja,; Jepang: 種子 shuji) secara harfiah berarti butir atau biji, dipakai sebagai metafora bagi asal mula atau penyebab segala hal dan terkait dengan kata bindu. Metafora tersebut terutama diuraikan dalam ajaran kesadaran-diri mazhab Yogacara agama Buddha. Menurut teori tersebut, segala pengalaman dan tindakan menghasilkan bija berupa kesan, yang dikirim ke alaya (gudang) kesadaran. Persepsi dunia luar diciptakan ketika butir-butir tersebut memengaruhi kesadaran.

Dalam agama Hindu dan Buddhisme Wajrayana, istilah bīja digunakan untuk "butir-butir suku kata" mistis yang terkandung dalam mantra. Butir-butir tersebut tidak memiliki arti yang jelas, tetapi dianggap dapat menciptakan koneksi dengan prinsip-prinsip spiritual. Suku kata bīja yang terkenal adalah Om, yang pertama kali terdapat dalam sastra Hindu, Upanishad.

Daftar pustaka

  • Khanna, Madhu (2003). Yantra: The Tantric Symbol of Cosmic Unity. Inner Traditions. ISBN 0-89281-132-3 & ISBN 978-0-89281-132-8.
  • Rinpoche, Pabongka (1997). Liberation in the Palm of Your Hand: A Concise Discourse on the Path to Enlightenment. Wisdom Books. hlm. 196.
  • Lingpa, Dudjom; Tulku, Chagdud; Norbu, Padma Drimed; Barron, Richard (Lama Chökyi Nyima, translator); Fairclough, Susanne (translator) (1994, 2002 revised). Buddhahood without meditation: a visionary account known as 'Refining one's perception' (Nang-jang) (English; Tibetan: ran bźin rdzogs pa chen po'i ranźal mnon du byed pa'i gdams pa zab gsan sñin po). Revised Edition. Junction City, CA, USA: Padma Publishing. ISBN 1-881847-33-0
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan