Sabtu, 10 Oktober 2026
20:45 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Betsie ten Boom

Bagikan:
Nama ini merupakan sebuah nama Belanda; nama keluarganya adalah Ten Boom, bukan Boom.
Betsie ten Boom
Lahir
Elisabeth ten Boom

(1885-08-19)19 Agustus 1885
Amsterdam, Belanda
Meninggal16 Desember 1944(1944-12-16) (umur 59)
Tempat peristirahatan terakhir
Kamp konsentrasi Ravensbrück, Jerman
Nama lainDipanggil oleh keluarganya dengan sebutan Bep, Beppie
PendidikanMasuk sekolah menengah lokal
PekerjaanPenata buku, pembuat rumah
Pemberi kerjaCasper ten Boom
Dikenal karenaHolocaust, The Hiding Place karya Corrie ten Boom
Orang tuaCasper ten Boom
Cornelia Luitingh
KerabatCorrie ten Boom (saudari)
Situs webten Boom Museum

Elisabeth ten Boom (19 Agustus 1885 – 16 Desember 1944) adalah seorang wanita Belanda, putri dari pembuat arloki, yang mengalami penindasan pada masa rezim Nazi dalam Perang Dunia II, termasuk penahanan di kamp konsentrasi Ravensbrück, dimana ia wafat dalam usia 59 tahun. Putri dari Casper ten Boom, ia adalah salah satu karakter utama dalam The Hiding Place, sebuah buku yang ditulis oleh adiknya Corrie ten Boom tentang pengalaman keluarganya pada Perang Dunia II. Sering dipanggil Betsie, ia mengidap pernicious anemia sejak lahir.[1] Sulung dari lima bersaudara Ten Boom, ia tak meninggalkan keluarganya dan menikah, tetapi masih bertahan di rumah sampai Perang Dunia II.[2] Ia adalah seorang Righteous Among the Nations.

Daftar pustaka

Referensi

  1. ↑ "The Hiding Place". Bantam Books, New York City: 1984.
  2. ↑ "In My Father's House". Hodder & Stoughton Religious, London, England: 1976.

Corrie ten Boom, Betty Veldhuvzen van Zanten (2008). Wat Vrienden Zeggen Over Corrie 1. https://www.youtube.com: tantecorrietenboom.{{cite AV media}}: Tautan eksternal dalam |location=

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Betsie ten Boom.
Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan