Selasa, 20 Oktober 2026
16:55 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Beruang empedu

Beruang empedu

Bagikan:
250px-Bilebear2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beruang empedu di kandangnya.

Beruang empedu adalah beruang yang dipelihara di penangkaran untuk diambil empedunya, yang merupakan cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati dan disimpan di kantung empedu. Empedu beruang diambil untuk digunakan dalam industri obat tradisional Tiongkok.[1] Diperkirakan terdapat 12.000 ekor beruang yang diternak untuk diambil empedunya[2] di Tiongkok, Korea Selatan, Laos, Vietnam, dan Myanmar.[3][4][5][6][7]

Spesies beruang yang biasanya diternak untuk diambil empedunya adalah beruang hitam asiatik (Ursus thibetanus),[8] walaupun beruang madu (Helarctos malayanus) dan beruang cokelat (Ursus arctos) juga digunakan.[9][10] Beruang hitam asia dan beruang madu merupakan spesies yang dianggap rentan oleh International Union for Conservation of Nature.[8][9] Mereka sebelumnya diburu untuk diambil empedunya, tetapi semenjak perburuan dilarang pada tahun 1980-an mereka diternak untuk diambil empedunya.[11]

Empedu dapat diambil dengan menggunakan beberapa teknik bedah dan kadang-kadang alat yang digunakan untuk mengambil empedu dibiarkan tertusuk di tubuh beruang. Banyak beruang yang mati dalam proses ini akibat pembedahan yang dilakukan secara sembrono atau infeksi.

Beruang empedu disimpan di kandang yang sangat kecil yang membuat mereka tidak dapat berdiri, duduk tegak, atau berputar. Peternakan semacam ini dapat mengakibatkan rasa sakit, luka, stres, dan atrofi otot pada beruang. Beberapa ekor beruang ditangkap saat masih bayi dan terpaksa tinggal di kandang yang sempit selama lebih dari dua puluh tahun.

Walaupun nilai perdagangan produk beruang diperkirakan dapat mencapai $2 miliar, tidak ada bukti bahwa empedu beruang memiliki khasiat medis.[12][13] Praktik peternakan beruang untuk diambil empedunya telah dikutuk oleh berbagai pihak, termasuk oleh dokter-dokter di Tiongkok.[14]

Catatan kaki

  1. ↑ Feng, Y., Siu, K., Wang, N., Ng, K.M., Tsao, S.W., Nagamatsu, T. and Tong, Y. (2009). "Bear bile: dilemma of traditional medicinal use and animal protection". Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. 5 (1): 2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Hance, J. (2015). "Is the end of 'house of horror' bear bile factories in sight?". The Guardian.
  3. ↑ Gong, J. and Harris, R. B. (2006). "The status of bears in China". Understanding Asian Bears to Secure Their Future. Japan Bear Network (compiler),Ibaraki, Japan. hlm. 96–101.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ MacGregor, F. (2010). "Inside a bear bile farm in Laos". The Telegraph. London.
  5. ↑ Jacobs, A. (2013). "Folk remedy extracted from captive bears stirs furor in China". The New York Times. Diakses tanggal Oktober 8, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Gwang-lip, M. (2009). "Vietnamese urge Koreans not to travel for bear bile". Korea Jongang Daily.
  7. ↑ Black, R. (2007). "BBC Test kit targets cruel bear trade". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-11-18. Diakses tanggal 2010-01-01.
  8. 1 2 "Ursus thibetanus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.1. International Union for Conservation of Nature. 2008.{{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  9. 1 2 "Helarctos malayanus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.1. International Union for Conservation of Nature. 2008.{{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  10. ↑ "Ursus arctos". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.1. International Union for Conservation of Nature. 2008.{{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  11. ↑ "Implications of bear bile farming". Veterinary Times.
  12. ↑ "Cages of shame". Guinness Entertainment Pty Ltd. 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-24. Diakses tanggal Oktober 8, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Kavoussi, Ben (Maret 24, 2011). "Asian Bear Bile Remedies: Traditional Medicine or Barbarism?". Science Based medicine. Diakses tanggal Februari 10, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Chinese doctors to call for 'cruel' bear farms to be closed". Daily Telegraph. Ags 28, 2011. Diakses tanggal Februari 10, 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan