Selasa, 29 September 2026
02:46 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pesisir Barbaria

Pesisir Barbaria

"Berberia" beralih ke halaman ini. Untuk genus kupu-kupu, lihat Berberia (genus).
250px-Guillaume_Delisle_North_West_Africa_1707.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Afrika barat laut pada tahun 1707.

Pesisir Barbaria adalah istilah yang digunakan oleh bangsa Eropa dari abad ke-16 hingga abad ke-19 untuk wilayah suku Berber. Istilah "Berber" merujuk ke seluruh wilayah Berber termasuk wilayah pedalaman. Istilah "Pantai Berber" lebih menekankan kepada wilayah dan kota pantai Berber di Afrika Utara bagian barat - yang kini merupakan bagian dari Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya. Kini, istilah Maghreb kurang lebih sama dengan "Berber".

Nama ini jelas berasal dari suku Berber di Afrika Utara. Di Barat, nama ini biasanya dikaitkan dengan bajak laut Berber dan Perdagangan Budak Berber di pantai tersebut yang menyerang pantai dan permukiman pantai di Laut Tengah dan Atlantik utara serta merampas budak dan barang dari Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika Sub-Sahara.[1] Budak dan barang tersebut diperdagangkan dan dijual di Utsmaniyah atau Eropa.

Catatan kaki

  1. ↑ Carver, Robert (25 April 2009). "Not so easy alliances: Two Faiths, One Banner: when Muslims marched with Christians across Europe's battlegrounds (book review)". The Tablet. hlm. 24. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-20.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

  • London, Joshua E. (2005), Victory in Tripoli: How America's War with the Barbary Pirates Established the U.S. Navy and Shaped a Nation, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., ISBN 0-471-44415-4 {{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |Authorlink=
  • LAFI (Nora), Une ville du Maghreb entre ancien régime et réformes ottomanes. Genèse des institutions municipales à Tripoli de Barbarie (1795–1911), Paris: L'Harmattan, 2002, p. 305
Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan