Sabtu, 31 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Beoseon

Beoseon

Bagikan:
250px-Korean_sock-Beoseon-01A.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beoseon

Beoseon(버선) adalah jenis kaus kaki tradisional Korea yang terbuat dari rajutan kain katun yang berguna untuk menghangatkan kaki.[1][2] Pembuatan beoseon bervariasi dari daerah satu dengan yang lain.[1] Di bagian utara Korea, kain katun dirajut lebih padat dibanding di daerah selatan.[1] Di daerah-daerah tertentu beoseon dibuat tanpa menggunakan kain katun.[1] Pada masa pertengahan Dinasti Joseon (abad 16-17), ukuran beoseon mengecil dibandingkan ukuran asli kaki pemakainya serta dirajut dengan katun yang lebih banyak untuk membuat penampilan yang lebih menarik.[1] Pada masa ini, beoseon menampilkan mode yang merefleksikan seni masa itu, antara lain ditunjukkan dengan ukuran yang segaris dengan lekuk jari dan telapak kaki.[1] Etiket tradisional Korea yang melarang kaki terbuka membuat kaus kaki ini dikenakan setiap hari, bahkan pada musim panas.[1] Baik laki-laki dan perempuan mengenakan beoseon dan memadukannya dengan hanbok.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 129-130. ISBN 89-8546-98-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
  2. ↑ (Inggris) Beoseon (Padded Socks)[pranala nonaktif permanen], prkorea. Diakses pada 9 Juni 2010.
Baju atau
atasan
Celana
Rok
Gaun
Pakaian luar
Pakaian dalam
(Lingerie)
Atasan
Bawahan
Lengkap
Alas kaki
Penutup kepala
Baju tidur
Pakaian renang
Aksesori
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan