Sabtu, 17 Oktober 2026
16:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Benny Morris

Benny Morris

Bagikan:
Benny Morris
250px-Benny_morris.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir8 Desember 1948 (umur 77)
AlmamaterUniversitas Ibrani Yerusalem
Universitas Cambridge
PekerjaanSejarawan
Dikenal karenaSalah Satu "Sejarawan Baru" Israel
Orang tuaYa'akov and Sadie Morris

Benny Morris (Ibrani: בני מוריס; kelahiran 8 Desember 1948)[1] adalah seorang sejarawan Israel. Ia merupakan seorang profesor sejarah di departemen Pembelajaran Timur Tengah Universitas Ben-Gurion Negev di kota Beersheba, Israel. Ia adalah anggota penting dari kelompok sejarawan Israel yang dikenal sebagai "Sejarawan Baru," sebuah istilah yang Morris berikan kepada dirinya sendiri dan sejarawan Avi Shlaim dan Ilan Pappé.[2]

Karya Morris tentang konflik Arab-Israel dan secara khusus konflik Israel-Palestina telah memenangkan pujian dan sambutan dari dua sisi pihak politik. Ia dianggap oleh beberapa akademisi di Israel hanya menggunakan sumber-sumber Israel dan tidak pernah menggunakan sumber-sumber Arab, yang membuat karyanya menjadi sebuah "gambaran yang tidak meyakinkan".[3] Meskipun ia menyatakan dirinya sendiri sebagai seorang Zionis, ia berkata, "Aku melakukan penelitian tanpa komitmen ideologi atau kepentingan politik. Aku hanya menginginkan tentang apa yang terjadi."[4]

Biografi

Morris lahir pada 8 Desember 1948 di kibbutz Ein HaHoresh, sebagai putra dari imigran Yahudi dari Britania Raya.[5] Ia lahir dari pasangan Ya'akov Morris, seorangpenyair, sejarawan dan diplomat Israel[6] dan Sadie Morris, seorang jurnalis. Menurut The New Yorker, Benny Morris "dibesarkan dalam lingkungan pelopor sayap kiri".[7]

Orangtuanya berpindah ke Yerusalem ketika Morris berusia satu tahun. Karena penugasan diplomatik ayahnya, keluarganya menjalani empat tahun di New York ketika Morris berusia sembilan tahun, dan dua tahun lainnya disana ketika ia berusia 15 tahun.

Morris bertugas dalam infanteri, termasuk dalam paratroops, pada 1967-1969. Ia dilukai pada 1969 oleh seorang shell Mesir di Terusan Suez, dan dibebaskan dari angkatan darat tersebut empat bulan kemudian. Ia menyelesaikan pembelajaran pasca-kelulusan dalam bidang sejarah di Universitas Ibrani Yerusalem dan meraih gelar dokterandes dalam bidang sejarah Eropa modern dari Universitas Cambridge.[8]

Pada tahun ajaran 2015-2016, Morris menjabat sebagai Profesor Israel Kunjungan Goldman di Departemen Pemerintahan Universitas Georgetown.[9]

Ia tinggal di moshav Srigim (Li On) dan telah menikah serta dikaruniai tiga anak.[8]

Karya yang diterbitkan

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Morris, Benny 1948–". Highbeam.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-11. Diakses tanggal 2013-10-06.
  2. ↑ Wilson, Scott (11 Maret 2007). "Israel Revisited". Washingtonpost.com. Diakses tanggal 2013-10-06.
  3. ↑ Shlaim, Avi. "The Debate about 1948", International Journal of Middle East Studies, Vol 27, No. 3 (1995), pp. 287–304.
  4. ↑ Morris 2004, p. 3.
  5. ↑ Shavit, Ari. "Survival of the fittest": Part I di haaretz.com (Galat: URL arsip tidak diketahui)(diarsipkan (Tanggal hilang)), Part II di haaretz.com (Galat: URL arsip tidak diketahui)(diarsipkan (Tanggal hilang)). Majalah Jumaatan Ha'aretz, 9 Januari 2004. dan Shavit, Ari (2004-01-16). "Survival of the Fittest? an Interview with Benny Morris (Aslinya diterbitkan pada 9 Januari 2004 di Majalah Jumaatan Ha'aretz )". counterpunch.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-05-23. Diakses tanggal 2010-05-23.
  6. ↑ Wilson, Scott. Israel Revisited, The Washington Post, 11 Maret 2007
  7. ↑ Remnick, David. Blood and Sand: A revisionist Israeli historian revisits his country's origins Diarsipkan 13 Februari 2009 di Wayback Machine. The New Yorker, 5 May 2008.
  8. 1 2 "Professor Benny Morris". Torah in Motion. Diakses tanggal 2013-10-06.
  9. ↑ https://pjc.georgetown.edu/research. Diakses tanggal 3 September 2015.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Benny Morris.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan