Minggu, 11 Oktober 2026
13:37 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Bendera Batak

Bendera Batak

Bagikan:

Bonang Manalu
250px-Flag_of_Batak_WRB.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama ᯅᯬᯉᯰ ᯔᯉᯞᯮ (Surat Batak)
Pemakaian Bendera budaya Simbol vexillologis kecil atau piktogram berwarna hitam putih yang menunjukkan perbedaan penggunaan bendera
Rancangan Trijalur mendatar berwarna putih, merah, dan hitam

Bendera kesukuan Batak adalah bendera trijalur horizontal yang terdiri dari warna putih, merah, dan hitam. Ketiga warna ini yang juga dikenal dengan nama Bonang Manalu (Surat Batak: ᯅᯬᯉᯰ ᯔᯉᯞᯮ, har. 'Tiga Benang'),[1] Sitolu Warna (ᯘᯪᯖᯬᯞᯮ ᯋᯒ᯲ᯉ, 'Sang Tiga Warna'), atau Tiga Bolit (ᯖᯪᯎ ᯅᯬᯞᯪᯖ᯲, 'Sang Tiga Membelit'),[2] adalah warna utama suku Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara, Indonesia.[3][4]

Bendera Bonang Manalu ini tidak memiliki susunan warna yang standar. Selain dari susunan warna putih, merah, dan hitam, ada juga susunan lain yang diterima:

  • Putih, merah, hitam
    Putih, merah, hitam
  • Merah, putih, hitam
    Merah, putih, hitam
  • Hitam, putih, merah
    Hitam, putih, merah

Warna dan makna

250px-Model_Batak_huis%2C_asset_OvcZjGKWMhWE4OCfZu64Iu4K.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model rumah Batak dengan motif gorga, menggunakan warna bonang manalu

Warna-warna Bonang Manalu merupakan simbol penting dalam budaya Batak yang membuat warna-warna ini terkait erat dengan suku Batak. Warna-warna ini tampil sebagai warna utama pada motif gorga, ulos, dan lain sebagainya.[2] Warna-warna ini banyak diartikan sebagai berikut:[2][5]

  • Putih melambangkan kesucian, kebenaran, dan kejujuran.
  • Merah melambangkan keberanian, solidaritas, dan persatuan.
  • Hitam melambangkan kekuatan, ketegasan, dan kepemimpinan.

Bentuk Bonang Manalu yang berwarna putih-merah-hitam juga merepresentasikan tiga lapisan dunia menurut mitologi Batak:[3][4][2]

  • Putih melambangkan dunia atas (Banua Ginjang) tempat tinggal para dewa
  • Merah mewakili dunia tengah (Banua Tonga) tempat manusia hidup
  • Hitam mewakili dunia bawah (Banua Toru) tempat tinggal roh-roh dan makhluk tak terlihat

Warna-warna ini juga bisa menjadi representasi siklus hari, yaitu pagi, siang, dan malam. [2]

Penggunaan

250px-Batak_Flag_at_a_Protest.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Batak tampil di masa unjuk rasa.

Bendera Bonang Manalu tidak digunakan sebagai simbol separatisme oleh masyakarat Batak, ia lebih digunakan sebagai simbol identitas etnis dan budaya. Bendera Bonang Manalu dapat dilihat di tempat-tempat suci Batak seperti Pusuk Buhit.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ ""Bonang Manalu": Tiga Warna Dasar Ulos dalam Pemahaman Spiritual Batak | Kopitimes.id". 2019-04-28. Diakses tanggal 2025-06-30.
  2. 1 2 3 4 5 admin (2022-12-23). "Gorga Dalam Kehidupan Batak Toba". GALASIBOT.CO.ID. Diakses tanggal 2025-06-30.
  3. 1 2 Kompasiana.com (2022-02-19). "Filosofi Warna Khas Batak Toba". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2022-03-11.
  4. 1 2 Bisnis, Harian Medan. "Menggali Makna dari Tiga Warna  Batak". Jones Gultom - MedanBisnisDaily.com. Diakses tanggal 2022-03-11.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  5. ↑ "Dosen STB Lakukan Pembelajaran Tentang Tiga Warna Batak Di Laguboti - Mediamasip.com". 2023-05-08. Diakses tanggal 2025-06-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan